Berita » Surveilen Perdana Lab. Pengujian Balitkabi

surveilance_1

Suasana dan kondisi tegang bisa menghinggapi siapa saja. Kali ini yang disapa ketegangan adalah Tim Pengelola Laboratorium Pengujian Balitkabi. Tepatnya pada Kamis, 28 Juni 2012, Laboratorium Pengujian Balitkabi dinilai ulang (surveilen) perdana setelah mendapatkan sertifikat sebagai Lab Pengujian Terakreditasi. Penilai atau asesornya adalah Tim Komite Akreditasi Nasional (KAN). Suasana tegang ini muncul karena ini adalah pertama kalinya kinerja tim Lab Pengujian Balitkabi dievaluasi oleh KAN. Kegiatan surveilen ini ditinjau oleh tim asesor KAN yaitu Ir. Sri Wahyuni yang bertindak sebagai Ketua Tim Asesor dan Yohanes S. Ridwan, M.Si sebagai Asesor Aggota.

“Kita tidak mencari-cari kesalahan, tapi kita hanya akan memotret” ungkap bu Wahyuni, ketua tim asesor. Tujuan surveilen adalah untuk memotret segala kegiatan laboratorium baik secara teknis maupun non teknis, agar lebih mudah untuk mengetahui ketidaksesuaian pada kinerja laboratorium dan dengan cepat pula memperbaikinya. Melalui kegiatan ini diharapkan kinerja laboratorium dapat ditingkatkan menjadi bertambah lebih baik. Kegiatan ini juga untuk memantau sejauh mana komitmen manajemen untuk tetap menerapkan sistem manajemen mutu secara utuh dengan melibatkan dan didukung oleh seluruh elemen terkait di dalamnya.

Tim Manajemen Lab Balitkabi menyimak pertanyaan dan evaluasi dari Tim Surveilance KAN

Tim Surveilance KAN memeriksa pelaksanaan atau praktik Standar Operasional Prosedur di Lab Tanah

Setelah delapan jam “diinterogasi” akhirnya tim asesor mengumumkan temuan ketidaksesuaian  untuk laboratorium pengujian Balitkabi  ternyata tidak banyak. “Hanya 14 saja dan tidak ada temuan Kategori 1 (Major)” tandas ketua tim asesor. Dari semua temuan ketidaksesuaian tidak satu pun ditemukan ketidaksesuaian yang bersifat major. Hanya ada satu ketidaksesuaian yang mendapat kategori 3 (perbaikan pada saat observasi berikutnya) dan untuk lainnya mendapatkan kategori 2 (perbaikan dilakukan kurang dari satu bulan setelah surveilen). Secara umum kinerja tim akreditasi dinilai cukup baik oleh asesor, setiap elemen terkait dapat saling mendukung dan mempertahankan sistem manajemen mutu dengan baik.

Ketegangan pun mencair setelah Lab Pengujian Balitkabi dinilai baik.

Nah setelah hasilnya evaluasi kinerja Lab Pengujian Balitkabi dinyatakan baik, suasana tegang pun berangsur hilang dan kebahagian pun tergambar di wajah-wajah tim akreditasi. Kerja keras tim berbuah manis. “Tidak percuma setiap malam begadang” ungkap Manajer Teknis Lab. Kimia Pangan. Dengan berakhirnya kegiatan surveilen ini diharapkan semua tim dapat meningkatkan dan mempertahankan sistem manajemen mutu agar tujuan akhir, kepuasan pelanggan, tercapai.

Selamat kepada Tim Lab Pengujian Balitkabi.