Berita ยป Tagrinov Balitkabi Perkuat Imunitas di Tengah Pandemi

Staf Balitkabi panen sayuran di Tagrinov Balitkabi

Staf Balitkabi panen sayuran di Tagrinov Balitkabi

Dunia saat ini masih menghadapi pandemi COVID-19, tak terkecuali Indonesia. Pandemi ini berdampak pada berbagai sektor. Khususnya di sektor pertanian berpotensi menghadapi krisis pangan global, seperti yang diperingatkan FAO. Mentan Dr. Syahrul Yasin Limpo di berbagai kesempatan selalu menegaskan keyakinannya, Indonesia dapat melewati masa pandemi ini, dan keluar menjadi bangsa pemenang. Bagi sektor pertanian kondisi ini bisa menjadi momentum memperkuat kemandirian pangan nasional.

Upaya memperkuat kemandirian pangan nasional diantaranya dengan pemanfaatan pekarangan sebagai upaya memberdayakan keluarga sebagai unit kelompok masyarakat terkecil. Pemanfaatan lahan dengan budidaya berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura, juga, ternak dan ikan diharapkan dapat mencukupi ketersediaan pangan, baik karbohidrat, protein, vitamin, maupun mineral. Inilah salah satu program Kementan yang dikemas dalam Family Farming. Salah satunya adalah Tagrinov atau Taman Agroinovasi yang merupakan miniatur model pekarangan pangan lestari dengan menerapkan inovasi teknologi dalam optimalisasi pengelolaannya.

Ada satu sudut yang menarik perhatian di kantor Balitkabi, yakni lahan berukuran 500 m2 yang dimanfaatkan sebagai Taman Agroinovasi. Inilah model pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman sayur juga kolam ikan untuk mendukung program Family Farming. Berbagai macam sayur berumur pendek seperti kangkung, kembang kol, bawang prei, cabai rawit, cabai besar, sawi, pakcoy, tomat, terung jeruk limau dan jeruk buah ditanam di sana. Dua buah kolam lele berdiameter 2 m dengan tinggi 1 m serta dua unit peralatan hidroponik melengkapi taman itu. Tidak kalah menarik adalah gazebo di sudut taman menjadi pemanis sekaligus tempat favorit pengunjung melepas lelah setelah berkeliling taman.

Jumat, 5 Juni 2020 staf Balitkabi bersama Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi dan ibu Yayuk Baliadi sebagai ketua DWP Balitkabi melakukan panen sayur dan buah untuk ketiga kalinya semenjak awal tahun dari Tagrinov tersebut. Berbagai macam sayur seperti kangkung, kembang kol, bawang prei, cabai rawit, cabai besar, sawi, pakcoy, tomat, terung jeruk limau dan jeruk buah dipanen bersama-sama pada hari pertama Work From Office setelah sekian lama melaksanakan Work From Home akibat pandemi COVID-19.

Benih sayur dan bibit lele sebagian besar diperoleh dari toko pertanian di Malang serta dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang. Tagrinov Balitkabi setidaknya memuat 50 polybag pakcoy, 50 polybag sawi, 50 polybag kangkung, 50 polybag terong, 100 polybag cabai rawit, 100 polybag cabai hijau besar, 80 polybag bawang prei, 80 polybag kembang kol, dan 60 polybag tomat. Selain pada polybag, tanaman sayur seperti sawi, selada, dan kangkung juga dibudidayakan secara hidroponik.

Tanaman sayur dan ikan dirawat dengan sangat baik oleh Bapak Alwi sapaan akrab dari Sholeh Mashudi, yang sehari-hari merawat taman ini. Dari Tagrinov ini juga memberikan inspirasi bertanam sayur bagi staf Balitkabi juga tamu-tamu yang berkunjung ke Balitkabi. Tidak jarang staf Balitkabi berkunjung ke Tagrinov di saat jam istirahat di sela-sela rutinitas jam kerja. Dengan Tagrinov diharapkan masyarakat mendapatkan contoh bahwa pemenuhan gizi yang seimbang dan bermutu bisa dilaksanakan secara mandiri, meskipun dalam lahan yang terbatas. Dari polybag kecil dapat diperoleh sayuran segar berumur pendek, mudah dan murah dalam perawatan dan dapat dipanen secara berkala. Teknologi hidroponik sebagai pengganti tanah dapat menjadi alternatif budidaya tanaman sayur juga pemenuhan protein hewani dari kolam ikan. Akhirnya dengan family farming semoga ketahanan pangan keluarga tercapai.

p2l1 p2l2
p2l3 p2l4
p2l5 p2l6
p2l8 p2l7
Suasana panen sayur di Tagrinov Balitkabi

AA