Berita » Tahwa, Cara Lain Konsumsi Tahu sebagai Kudapan

tahwa tahwa1
Tahwa dari kedelai varietas Detam 1 (A), galur harapan GH 63 (B), dan Devon 1 (C)

Tahwa adalah makanan sehat yang diolah dari saripati kedelai yang bentuknya mirip dengan tahu, namun teksturnya sangat lunak. Biasanya dikonsumsi sebagai kudapan dengan tambahan kuah/sirup gula jahe hangat. Kombinasi antara kandungan protein yang tinggi dari kedelai dengan sari jahe yang bermanfaat untuk menjaga stamina tubuh, menjadikan tahwa sebagai pilihan kudapan yang tepat, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

Tahwa diperkirakan berasal dari Tiongkok yang telah dikenal pada masa Dinasti Han Barat dengan nama dòuhuā atau dòufuhuā. Dalam dalam bahasa Inggris, tahwa disebut dengan tofu brains karena teksturnya yang sangat lembut. Penamaannya berbeda antar negara meski agak mirip satu dengan lainnya, seperti di Thailand (tao huai), Vietnam (tàu hũ hoa), Malaysia dan Singapura (tau hua atau tau huay), Filipina (tahô), serta Amerika (Douhua). Di Indonesia sendiri, istilah tahwa berbeda-beda untuk masing-masing daerah. Di Jawa Barat, tahwa dikenal sebagai kembang tahu, di Jawa Tengah disebut tahok, di Yogyakarta wedang tahu, dan di Jawa Timur terutama Malang, Surabaya dan sekitarnya dikenal sebagai tahwa.

Cara penyajian tahwa di masing-masing negara juga berbeda. Di negara asalnya, China bagian utara, tahwa disajikan dengan kecap asin dan bahan-bahan lain, di antarnya seperti daging cincang, acar, jamur, dan udang sehingga menghasilkan citarasa asin gurih; bahkan di daerah Sichuan disajikan dengan chilli oil sehingga citarasanya lebih ke arah spicy. Sementara di China bagian selatan, serta kebanyakan negara lain, douhua disajikan bersama dengan sari jahe, sirup, sirup gula, susu, atau salad buah sehingga lebih mengarah ke citarasa manis atau dapat juga disajikan tanpa bahan tambahan lain sehingga rasanya tawar/plain. Di Indonesia sendiri, tahwa biasanya disajikan dengan kuah panas yang berasal dari sirup jahe dan diberi perisa daun pandan untuk menambah aroma wangi.

Di Malang, terdapat beberapa pengrajin tahwa dengan brand berbeda. Salah satu pengrajin tahwa yang terkenal adalah Tahwa Mas Agus yang lokasi produksinya berada di daerah Bandulan, Kecamatan Sukun dan saat ini telah memiliki 5 outlet untuk penjualannya. Usaha ini sudah dijalankan oleh Mas Agus selama 23 tahun dan merupakan usaha turunan yang dirintis oleh orang tuanya sejak tahun 1977. Di Surabaya, tahwa sudah lebih dahulu dikenal masyarakat, terutama disukai oleh etnis Tionghoa, sehingga Mas Agus tertarik untuk berbisnis tahwa di Malang. Dalam satu hari, sekitar 15-20 kg kedelai diolah menjadi sekitar 400 porsi tahwa dan tidak biasa disimpan untuk dijual kembali pada keesokan harinya sehingga selalu fresh.

Sejauh ini, bahan baku yang digunakan adalah kedelai impor yang memang mudah diperoleh karena selalu tersedia di pasar. Pada tanggal 10 Mei 2021 yang lalu, Balitkabi melakukan uji coba varietas unggul kedelai Devon 1 dan galur GH-63 (berbiji kuning) serta varietas Detam 1 (berbiji hitam) sebagai bahan baku tahwa di rumah produksi Mas Agus. Ternyata dari segi warna, cukup baik dan cerah, termasuk yang berasal dari kedelai hitam meskipun sedikit lebih gelap karena kulit bijinya dipisahkan sebelum direndam dan digiling. Untuk aroma juga baik dan rasa lebih gurih dibandingkan dengan kedelai impor. Khusus tekstur sedikit lebih padat, terutama yang diolah dari kedelai hitam (Detam 1) dan GH 63, sedangkan Devon 1 mirip dengan tahwa dari kedelai impor. Tahwa dari kedelai hitam dan GH 63 memiliki rendemen 1,2 kali lebih tinggi karena sarinya lebih kental sehingga perlu penambahan air lebih banyak, sedangkan Devon 1 kurang lebih sama rendemennya dengan kedelai impor. Kegiatan ini menunjukkan bahwa varietas unggul kedelai juga sesuai untuk diolah menjadi tahwa dan menurut Mas Agus layak untuk dipasarkan. Masalahnya adalah ketersediaan bahan baku kedelai tersebut secara lumintu di pasaran karena produksi tahwa dilakukan setiap hari dan cenderung meningkat pada masa pandemi Covid-19 karena diyakini dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh. Kehadiran tahwa juga menambah varian olahan kedelai, selain tempe dan tahu yang selama ini dominan dikonsumsi sebagai lauk-pauk dan tentunya peluang bisnis bagi pengusahanya.

EG/DAAE/AA

Tahwa dengan larutan gula jahe

Tahwa dengan larutan gula jahe

Foto bersama pemilik Tahwa Mas Agus di Bandulan, Malang

Foto bersama pemilik Tahwa Mas Agus di Bandulan, Malang

tahwa4 tahwa5 tahwa6
Proses pembuatan tahwa