Berita » TAKAR 1 dan TAKAR 2: Varietas Kacang Tanah Terbaru

1-takarn-2

Nilai keuntungan kacang tanah cukup menjanjikan, karenanya berkecendrungan luas tanamnya meningkat. Hingga saat ini, Kementerian Pertanian telah melepas 34 varietas kacang tanah, dan kesemuanya dihasilkan oleh peneliti Badan Litbang Pertanian.

Takar 1 dan Takar 2, adalah varietas kacang tanah terbaru di Indonesia. Takar 1, yang dilepas berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian 3253/Kpts/SR.120/9/2012, 25 September 2012, merupakan hasil persilangan dari varietas Macan x ICGV 91234, memiliki keunggulan berupa tahan penyakit karat, layu bakteri dan adaptif pada lahan masam, serta tahan kutu kebul. Menurut Dr. Novita Nugrahaeni, salah satu pemulia kacang tanah, Takar 1 memiliki potensi hasil hingga 4,3 t/ha (rata-rata 3,0 t/ha) polong kering. Sedangkan Takar 2, dihasilkan oleh Prof. Dr. Atanto Kasno dan tim, dilepas berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian 3255/Kpts/SR.120/9/2012, 25 September 2012, memiliki berbagai keunggulan berupa tahan penyakit karat, layu bakteri dan adaptif lahan masam. Hasil polong kering Takar 2, yang diperoleh melalui persilangan antara Lokal Muneng dengan ICGV 92088 adalah sama dengan Takar 1 yaitu 3,0 t/ha dengan potensi hasilnya mencapai 3,8 t/ha.

Mengapa bernama Takar, ternyata kepanjangan dari Tahan Karat. Penyakit karat memang menjadi salah satu penyakit penting pada daun kacang tanah. Padahal di daerah kering, kacang tanah tidak hanya berfungsi sebagai penghasil ekonomi petani, tetapi juga penting untuk pakan ternak. Diperolehnya varietas kacang tanah yang relatif tahan penyakit karat daun, menurut Bu Novita, menjadi bonus tambahan bagi petani, karena hingga tanaman kacang tanah tua, daunnya masih segar, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, yang banyak terdapat di daerah beriklim kering; disamping juga akan meningkatkan mutu bijinya. Dilepasnya kedua varietas kacang tanah diatas juga memberikan harapan perluasan pengembangan kacang tanah pada lahan kering masam yang memang banyak tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Disampaikan oleh Pak Astanto, Takar 1 dan Takar 2, adaptif pada pH 4,5 – 5,6 dengan kriteria kejenuhan Al sedang.

Selamat Balitkabi.

TAKAR 1

TAKAR 2