Berita » Talkshow Hari Kartini: Pemberdayaan dan Keterwakilan Perempuan di Dunia Pertanian

“Habis gelap terbitlah terang”

Kata-kata mutiara yang terlontar dari salah satu pejuang wanita yang dimiliki Indonesia ini tentu tidak asing bagi kita. Adalah  Raden Adjeng (R.A) Kartini, pelopor kebangkitan perempuan pribumi-nusantara yang lahir di Jepara 21 April 1879. Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasanya, tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini.

berita-220422-kartini-a

Selaras dengan momentum Hari Kartini, Badan Litbang Pertanian mengadakan talkshow bertemakan “Pemberdayaan dan Keterwakilan Perempuan di Dunia Pertanian”. Menghadirkan empat narasumber handal, antara lain Dr. Ir. Martina Sri Lestari, MP. (Kepala BPTP Papua), Dr. Ir. Nurdiah Husnah, M.Si. (Kepala BPTP Sulawesi Barat), Dr. Khadijah El Ramija, S.Pi., M.Si. (Kepala BPTP Sumatera Utara), dan Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc. (Kepala Balittanah), dengan moderator Husnain, S.P., M.Sc., Ph.D (Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian).

Kepala Badan Litbang Pertanian, Prof. Dr. Fadjry Djufry, menyampaikan bahwa capaian-capaian yang telah diperoleh oleh Kementerian Pertanian harus ditingkatkan.  Telah hadir Srikandi-Srikandi Badan Litbang Pertanian untuk sharing pengalaman menjalani profesi sebagai perempuan/ibu/istri dan juga sebagai wanita karir. “Kinerja mereka tentu sudah tidak diragukan lagi, maka dari itu semoga dapat menginspirasi kita semua” pungkas Djufry dalam menutup sambutan.

Mewakili wilayah Indonesia paling timur, Kepala BPTP Papua, Dr. Ir. Martina Sri Lestari, MP. membagikan pengalamannya sebagai pemimpin perempuan di UPT Badan Litbang Pertanian. “Dalam usaha tani di Papua, wanita menjadi motor penggeraknya, namun ketika sampai waktu panen, pihak laki-laki yang memegang keputusan, apakah dijual atau dikonsumsi sendiri” tutur Martina. BPTP Papua selama ini selalu mengajak wanita-wanita tani untuk berkreasi supaya menghasilkan olahan pangan. “Kalau kita menghasilkan produk olahan dari usaha pertanian, hasilnya bisa dinikmati oleh keluarga. Kunci keberhasilan keluarga ada di tangan wanita, ibu rumah tangga“, ungkap Martina. Tantangan yang dihadapi selama ini biasanya berhubungan dengan menghadapi karakter laki-laki yang rata-rata keras. “Kekerasan lama-lama akan luluh dengan kelembutan”, pungkas Martina.

Para narasumber (kiri-kanan, atas-bawah): Dr. Ir. Martina Sri Lestari, MP. (Kepala BPTP Papua), Dr. Ir. Nurdiah Husnah, M.Si. (Kepala BPTP Sulawesi Barat), Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc. (Kepala Balittanah), Dr. Khadijah El Ramija, S.Pi., M.Si. (Kepala BPTP Sumatera Utara)

Para narasumber (kiri-kanan, atas-bawah): Dr. Ir. Martina Sri Lestari, MP. (Kepala BPTP Papua), Dr. Ir. Nurdiah Husnah, M.Si. (Kepala BPTP Sulawesi Barat), Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc. (Kepala Balittanah), Dr. Khadijah El Ramija, S.Pi., M.Si. (Kepala BPTP Sumatera Utara)

Dr. Ir. Nurdiah Husnah, M.Si. (Kepala BPTP Sulawesi Barat) menyampaikan, “Kondisi di Etnis Mandar, Sulawesi Barat, peran perempuan dominan pada urusan domestik dan di usaha tani masih sangat kecil. Namun, pada usaha perikanan peran perempuan lebih besar dibanding laki-laki” tutur Husnah. Ibu-Ibu merupakan pengambil keputusan, Bapak bertugas sebagai pencari ikan.

Perwakilan dari sisi tengah, Pulau Jawa, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc. (Kepala Balittanah) membagikan cerita tentang peran multifungsi perempuan. Perempuan bisa sebagai anak, sebagai istri, sebagai menantu, sebagai ibu, sebagai makhluk sosial, dan sebagai wanita karir (pertanian). Peran perempuan di pertanian sebesar 40%, sehingga perlu tips dan trik agar semua fungsi berjalan seimbang. “Wanita bisa, asal mau dan yakin, akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang”, tutur Ladiyani.

Sharing dari Kepala BPTP Sumatera Utara, Dr. Khadijah El Ramija, S.Pi, M.Si. dalam menjalani peran sebagai pemimpin sekaligus seorang ibu dan istri. Khadijah menyebutkan bahwa mendidik seorang perempuan sama saja dengan mendidik satu generasi karena perempuan adalah ujung tombak generasi yang hebat. Kondisi di Sumatera Utara 80% pekerja berjenis kelamin perempuan. Sama halnya seperti di Papua, dominasi pekerjaan di sawah adalah perempuan, dan hasil panen kewenangan laki-laki.

Semoga semangat Hari Kartini terus menjadi motivasi bagi perempuan-perempuan Indonesia untuk memberikan kontribusi terbaiknya sesuai tugas dan tanggungjawab yang telah diberikan.

AA