Berita » Tanam Kedelai dengan Jarak Tanam Lebar

Kedelai jarak tanam lebar di Tunggul Wulung, Pasuruan

Kedelai jarak tanam lebar di Tunggul Wulung, Pasuruan

Pada umumnya jarak tanam kedelai di Indonesia adalah 40 cm antar baris dan antara 10 -15 cm dalam barisan. Desa Tunggul Wulung, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur dan sekitarnya merupakan salah satu sentra kedelai dengan pola tanam padi-padi-kedelai. Di kawasan tersebut, petani menggunakan jarak tanam renggang yakni sekitar 60 cm antar barisan.

Varietas kedelai yang digunakan hingga saat ini adalah Wilis. Beberapa petani menyampaikan pernah berkunjung ke Balitkabi dan membeli kedelai varietas Grobogan, namun di lokasi tersebut Grobogan kurang cocok, tanaman pendek, sehingga hanya mencoba sekali saja. Pendapat petani, varietas yang cocok di Tunggul Wulung adalah Wilis. Tanaman kedelai var. Wilis pada umur 30 hari, dilakukan pengairan, dan setelah itu tanaman telah menutup tanah (tempung, istilah petani).

Perbandingan jarak tanam 60 cm dan 40 cm

Perbandingan jarak tanam 60 cm dan 40 cm

Observasi lapang pada pertanaman milik petani, pada umur 30-40 hari, kedelai Wilis hampir menutup permukaan tanah. “Petani disini sudah lihai menanam kedelai, dan dulu, saya sudah pernah ke Istana Presiden, ikut menerima penghargaan sebagai juara kedelai nasional,” kelakar petani Tunggul Wulung. Memang di Tunggul Wulung pernah menjadi unggulan untuk komoditas kedelai, bahkan hingga saat ini, petani masih menanam kedelai dengan cara tanam ditugal dengan jarak tanam renggang. Wilis yang cenderung bercabang, memang sesuai untuk jarak tanam lebar. Di Korea Selatan, kedelai juga ditanam dengan jarak tanam antar baris antara 60 – 70 cm.

Menyenangkan sekali melihat hamparan kedelai di Tunggul Wulung, Pasuruan.
MMA