Berita ยป Tanam Perdana dan Fumigasi Sarang Tikus di IP2TP Ngale

Babinsa dari Koramil 0805/02 Paron membantu tanam var. Vima 5 di IP2TP Ngale

Babinsa dari Koramil 0805/02 Paron membantu tanam var. Vima 5 di IP2TP Ngale

Produksi benih sumber aneka kacang dan umbi merupakan salah satu tugas pokok Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi). Produksi benih sumber dilaksanakan oleh (Unit Pengelola Benih Sumber) UPBS di lima Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) lingkup Balitkabi. Kebun IP2TP Ngale menjadi salah satu lokasi tanam kegiatan produksi benih sumber, dan pada tahun ini (Tahun Anggaran 2020) mendapatkan target tanam seluas 20 Ha.

Pada Selasa, 25 Februari 2020 IP2TP Ngale melakukan tanam perdana kegiatan UPBS Tahun Anggaran 2020. Komoditas kacang hijau dan kedelai ditanam pada lahan seluas 1,0 ha. Kacang hijau varietas Vima 4 dan Vima 5 dengan kelas benih FS masing-masing ditanam seluas 0,25 Ha, sedangkan kedelai varietas Dega 1 kelas benih BS seluas 0,5 Ha.

Pada kegiatan tanam kali ini, terlihat ada yang menarik perhatian, pada barisan petugas tanam, selain teknisi dan pekerja tanam terlihat tiga anggota Babinsa yang ikut bergabung membantu kegiatan tanam. Mereka adalah anggota Babinsa dari Koramil 0805/02 Paron, yang sebelumnya menyampaikan keinginannya untuk membantu dan mengikuti kegiatan-kegiatan di IP2TP. Dengan penuh semangat Serka Suhartono, Serka Eko Prayitno, dan Serka Sukamto ikut menugal dan menaburkan benih kacang hijau dan kedelai. Dengan seksama ketiga anggota Babinsa tersebut mengikuti prosedur penanaman diantaranya perlakuan seed treatment pada benih untuk mencegah serangan penyakit atau hama pada fase kecambah (juvenile), juga ketika mengatur tugal dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm dan memasukkan 2-3 biji ke dalam lubang tanam.

Tanam Kacang Hijau Varietas Vima 5

Tanam Kacang Hijau Varietas Vima 5

Anggota Babinsa tersebut juga mengikuti kegiatan pengemposan (fumigasi) di sarang-sarang tikus. Kegiatan fumigasi intensif dilakukan pada dua minggu sebelum tanam dan sesudah tanam, juga saat tanam. Hal ini dilakukan karena hama tikus di IP2TP Ngale telah menjadi hama penting yang berdampak serius bagi kelangsungan pertanaman.

Upaya Pengendalian Hama Terpadu terutama untuk mengendalikan tikus yang telah dilakukan diantaranya: (1) tanam serempak dengan lahan petani di sekitar kebun dengan tujuan membatasi ketersediaan pakan bagi tikus sawah sehingga dapat memutus perkembangbiakan tikus, (2) sanitasi habitat meliputi pembersihan semak, gulma, pematang, parit, dan saluran irigasi, (3) pengemposan (fumigasi) di sarang tikus, dan memastikan tikus dan anak-anaknya mati setelah dilakukan fumigasi dengan menutup lubang dengan tanah atau pelepah pisang, (4) pemasangan pagar plastik mengelilingi plot pertanaman, (5) pemasangan perangkap tikus di sekitar pertanaman. Diharapkan apabila fumigasi dan sanitasi dilakukan secara intensif dan serempak dapat mengendalikan populasi hama tikus secara efektif dan target produksi benih maupun penelitian dapat tercapai.

Pengemposan (fumigasi) sarang tikus (kiri), Sarapan bersama pekerja (kanan)

Pengemposan (fumigasi) sarang tikus (kiri), Sarapan bersama pekerja (kanan)

RA