Berita » Tantangan Balitkabi Wujudkan Produktivitas Kedelai 4 ton per hektar

Senin, 15 Juli 2019, Sekretaris Badan Litbang Pertanian (Sesba) Dr. Ir. M. Prama Yufdy, M.Sc. dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Kapuslitbang TP) Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA. berkesempatan mengunjungi Balitkabi. Mengawali kunjungannya Sesba dan Kapuslitbang TP meninjau UPBS Balitkabi untuk melihat kegiatan prosesing benih dan kesiapan gudang logistik benih sumber Akabi.

berita-16_7_19sesbakapus-b
Kegiatan kunjungan dilanjutkan dengan memberikan arahan kepada seluruh ASN Balitkabi. Prama menyampaikan bahwa saat ini kita berada di posisi yang strategis. Menteri Pertanian dan Kepala Balitbangtan meminta kita selalu siap setiap saat mendukung program strategis Kementerian Pertanian antara lain: SAPIRA (Kawasan Pertanian Sejahtera) dan SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani).

Balitkabi sebagai UPT dibawah Badan Litbang Pertanian juga harus turut serta dan terlibat langsung mendukung program-program tersebut. Prama juga menyoroti fasilitas yang mendukung penelitian di Balitkabi.

“Laboratorium sudah cukup lengkap, namun fasilitas UPBS perlu ditingkatkan untuk mendukung penyediaan benih seperti penggunaan mesin pengering dan lainnya,” – kata Bapak Sesba Prama Yufdy.

Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA. yang baru beberapa bulan ini menjabat sebagai Kapuslitbang TP, menyampaikan rasa senang kunjungan pertamanya di Balitkabi disambut dengan baik. Beberapa arahan penting yang disampaikan Kapuslitbang TP antara lain program strategis Kementan masih mengedepankan Tanaman Pangan (Pajale), sehingga kedudukan Puslitbang TP masih yang terkuat.

berita-16_7_19sesbakapus-c

Pada Program Riset Nasional (PRN), Badan Litbang Pertanian diberi kepercayaan sebagai penanggungjawab komoditi pangan dan justifikasi yang disampaikan mendapatkan penilaian terbaik. “Program PRN kedepan untuk komoditas Pajale adalah menghasilkan VUB dengan potensi genetik pada masing-masing komoditas adalah Padi (10 t/ha), Jagung (14 t/ha), dan Kedelai (4 t/ha),” ungkap Bapak Kapuslitbang TP Haris Syahbuddin.

Dengan adanya PRN maka kegiatan akan semakin terbatas karena semua instansi bergabung dalam satu penelitian sehingga harus hati-hati dalam memetakan peneliti, jangan sampai ada peneliti yang tidak terlibat. Persiapan yang perlu dilakukan menjelang berjalannya PRN adalah membagi penelitian ke dalam tiga kegiatan besar, yaitu: [1] Basic Riset, [2] Riset Adaptif, optimalisasi, responsif, budidaya, dan teknologi, serta [3] Diseminasi.

Beberapa tugas yang harus dilakukan Balitkabi dan UPT dilingkup Puslitbang TP adalah: [1] Kliring keuangan dilakukan setiap hari Jumat sehingga tidak ada pekerjaan yang menumpuk di hari Senin, [2] KPA harus mengetahui rincian pengeluaran setiap kegiatan, dan [3] Kegiatan penelitian dalam minggu berjalan juga harus dilaporkan secara rutin (tiga kegiatan utama saja).

berita-16_7_19sesbakapus-a

Pada sesi diskusi, koordinator IP2TP yang hadir yaitu IP2TP Kendalpayak dan IP2TP Jambegede menyampaikan permasalahan yang dihadapi antara lain keterbatasan SDM dan persoalan operasional rutin. Selanjutnya Prof. Didik menanyakan kemungkinan menaikkan prioritas komoditas aneka umbi. Menjawab hal-hal tersebut, “semuanya akan ditampung dan ditindaklanjuti untuk perbaikan ke depan,” janji Bapak Haris, sekaligus menutup sesi diskusi.

berita-16_7_19sesbakapus-d

Pada akhir acara, Kepala Balitkabi Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S. berpesan agar seluruh ASN Balitkabi dapat memahami dan menindaklanjuti seluruh arahan yang telah disampaikan dan Balitkabi siap melaksanakan tugas yang diminta oleh Kapuslitbang TP.

WR