Berita ยป Tantangan Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan

tantangan_1

Tantangan ke depan untuk pembangunan pertanian baik secara nasional semakin lebih berat karena: (1) ketersediaan lahan dan air terbatas, dan (2) lahan pertanian tanaman pangan semakin menyusut dengan konversi perubahan dari lahan pertanian ke pemanfaatan yang lain sebanyak 100.000 ha/tahun. Air semakin lama semakin terbatas akibat alih fungsi hutan, perubahan iklim global. Oleh karena itu pembangunan pertanian; haluan pertanian tanaman pangan harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas di lahan subur yang semakin lama semakin berkurang seperti di Jawa dan perluasan areal ke lahan suboptimal. Potensi lahan sub optimal seluas 15 juta ha yang tersebar di lahan kering, kering masam, lebak, gambut, pasang surut, lahan ini yang menjadi tantangan kita untuk memanfaatkan untuk meningatkan produksi tanaman pangan dengan baik melalui inovasi teknologi. Demikian pesan Kepala Balitbangtan Dr. Haryono kepada peserta Rapat Kerja Pusat Penelitian Tanaman Pangan dan Pengembangan Tanaman Pangan di Pare-Pare, 26โ€“28 Februari 2014. Rapat Kerja diikuti oleh seluruh pejabat struktural, koordinator program Balit/Lolit, PPK, Bendahara Pengeluaran dan perwakilam peneliti senior dan yunior.

Kepala Balitbangtan Dr Haryono (tengah), Sesba Dr. M.Prama Yufdy MSc (kiri) dan Dr. I Made Yana Mejaya (kanan) Kepala BB PadiSelanjutnya Dr Haryono menekankan semua pegawai untuk bekerja keras dan cerdas menyusun Renstra 2015โ€“2019. Renstra Puslitbangtan diharapkan mewujudkan: (1) UPBS Lingkup Puslitbangtan harus menjadi UPBS high profile dan diminta bersama-sama memikirkan pengembangan UPBS Lolit Tungro ke depan, (2) Puslitbangtan diharapkan menjadi pioner sistem pertanian bioindustri berkelanjutan modern yang merujuk SIPP 2013-2045, sebuah sistem pertanian yang kembali ke alam, bercirikan zero waste, pemanfaatan biomass, dan ramah lingkungan dan yang membedakan dengan sebelumnya adalah sentuhan pengelolaan feed, food, fiber dan energy. Selanjutnya, (3) Puslitbangtan diminta membuat rancangan model pertanian pangan building blok dengan luasan 100-1000 ha, anggarannya akan disiapkan oleh Badan Litbang melalui manajemen korporasi sistem penganggaran Badan Litbang. Di samping itu, (4) Badan Litbang akan menerapkan proses pembelajaran lapang yang memadai sebagai media pengkaderan peneliti muda. Badan Litbang Pertanian memberi keleluasaan penelitian in-house, di mana peneliti biasa berkreasi sesuai di bidang kepakarannya untuk menghasilkan inovasi teknologi untuk pembangunan pertanian dan penelitian yang berbasis manajemen korporasi melalui corporate program untuk memecahkan masalah yang lebih luas dan strategis.

Pemaparan Draft Renstra Balitbangtan 2015-2019 Oleh Dr. M. Prama Yuhdy MSc dan Renstra Puslitbangtan 2015 โ€“ 2019 oleh Prof. Dr. Zulkifli Zaini

Prof. Marwoto/AW