Berita » Teknologi Budena Jati Blora Berhasil Tingkatkan Produktivitas Kedelai

jatiGuna mendukung program swasembada kedelai 2020 melalui penyediaan benih berkualitas, Balitbangtan melalui Balitkabi pada tahun 2018 melaksanakan kegiatan “Pengembangan Teknologi Budi Daya Kedelai pada Lahan Naungan (Budena)”. Kegiatan ini berorientasi output nyata di lapangan. Kegiatan Pengembangan “Budena” salah satunya diterapkan di lahan hutan Jati (Budena Jati) dengan tujuan mensosialisasikan dan menyebarluaskan varietas toleran naungan dan paket teknologi untuk lahan naungan.

Pelaksanaan “Budena Jati” melibatkan 82 orang pesanggem/kooperator yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Sari Desa Tlogowungu, Kecamatan Japah. Kegiatan dilaksanakan pada lahan kawasan hutan jati di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gendongan, BKPH Ngapus, KPH Blora, Jawa Tengah. Luas lahan yang digunakan adalah 41,4 ha dengan tanaman jati berumur 1–2 tahun. Tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk memperkenalkan varietas unggul Dena 1, Anjasmoro, Argomulyo dan Dega 1, meningkatkan produksi kedelai pada lahan kawasan hutan melalui penerapan teknologi Budena, dan penyediaan benih berkualitas.

Untuk lebih memperkenalkan dan menyebarluaskan program Budena Jati kepada para pelaku pembangunan pertanian, maka pada tanggal 24 April 2018 diadakan Acara Temu Lapang “Pengembangan Teknologi Budi Daya Kedelai pada Lahan Naungan Jati”. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Blora (H. Arief Rohman, M.Si), Kepala Balitbangtan (diwakili oleh Kabid PHP Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. Agus W. Anggara), Kepala Balitkabi (Ir. Joko Susilo Utomo, MP. Ph.D ), Administratur Perhutani KPH Blora (Rukman Supriyatna, S.Hut), Dinas Pertanian Prov. Jateng diwakili Kasi Kabi (Ir. Tri Susilo Raharjo), Kepala BPTP Balitbangtan Jateng (Dr. Harwanto), BPSB Jateng wilayah Pos Pati (Ir. Jati Ismoyo), Dinas Pertanian Kab. Blora (Ir. Supoyo), Kabag Humas dan Protokol (Hariyanto, SIP, M.Si), jajaran Forkopimcam Japah, para Profesor Riset dan peneliti Balitkabi.

jati1

Temu Lapang diawali dengan kunjungan lapang dan panen, dilanjutkan dengan acara inti yaitu temu wicara. Ir. Joko Susilo Utomo, MP. Ph.D selaku Kepala Balitkabi melaporkan bahwa pengembangan Budena Jati di hutan BKPH Ngapus ini merupakan tahapan awal dan akan dijadikan percontohan untuk perluasan di lahan hutan jati lainnya, karena untuk pengembangan kedelai dibutuhkan lahan baru di luar lahan sawah yang rutin ditanami padi dan jagung. Selanjutnya hasil panen akan dipakai untuk penanaman di lahan baru kembali guna mendukung program swasembada kedelai 2020 melalui penyediaan benih berkualitas.

Sambutan positif disampaikan oleh Adm Perhutani KPH Blora (Rukman Supriyatna, S.Hut). Disampaikan bahwa pada prinsipnya pihak KPH Blora sangat mendukung kegiatan Budena Jati yang dilaksanakan oleh Balitkabi, karena hutan harus produktif dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Perhutani juga mulai mengembangkan hutan untuk agroforestri atau wanatani. Budena Jati merupakan salah satu wujud agroforestri.

Wakil Bupati H. Arief Rohman, M.Si, mewakili Bupati, menyatakan senang dan berterimakasih karena Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balitkabi telah memilih Blora sebagai lokasi kegiatan Pengembangan Budena Jati dan melakukan pendampingan kepada petani LMDH Jatisari, sehingga petani sangat antusias dan semoga kegiatan ini bisa berlanjut hingga tahun berikutnya.

Ketua Kelompok Tani LMDH Jatisari dan anggotanya menunjukkan antusias yang tinggi pada kegiatan Budena Jati. “Alhamdulillah, sejak awal tanam hingga panen, kami selalu mendapat pengawalan dari Balitkabi, baik dalam teknis budi daya, benih dan perlengkapan sarana dan prasarana”, ungkap Beliau.

Hasil kedelai tertinggi dicapai oleh Varietas Dena 1 (2,01 t/ha) pada sistem tanam baris ganda, sedangkan untuk baris tunggal hasil tertinggi terdapat pada Varietas Dega 1 (1,36 t/ha). Varietas lokal hanya mencapai hasil 0,98 t/ha. Varietas Dena 1 sangat sesuai dikembangkan pada lahan naungan jati.

WR/RTH