Berita ยป Tempe Koro Benguk: Sumber Gizi, Sumber Pendapatan

Benguk atau koro benguk sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Konon, tanaman ini merupakan tanaman asli dari India dan Afrika, dan menyebar ke nusantara. Nama ilmiahnya adalah Mucuna pruriens (L.) DC., dan dalam bahasa Inggrisnya adalah Velvet Bean. Kementerian Kesehatan RI menyebutkan kandungan pada 100 g biji koro benguk cukup beragam, diantaranya adalah mengandung energi hingga 332 kilokalori, protein 24 g, karbohidrat 55 g, lemak 3 g, kalsium 130 mg, fosfor 200 mg, dan zat besi mencapai 2 mg. Disamping itu, juga mengandung berbagai vitamin.

Tempe benguk merupakan olahan asal biji koro benguk yang paling banyak ditemukan. Di Pasar Gemaharjo, Kabupaten Pacitan, tempe benguk dipasarkan dengan menggunakan pembungkus pelepah pisang, yang siap untuk dimasak. Bahkan, ada penjual yang menjual biji koro benguk yang telah setengah matang dan dibungkus pembungkus plastik, hal inipun sudah siap untuk dimasak dengan aneka sayuran.

Penyebutan tempe benguk beragam antar daerah. Di Malang Selatan sering disebutnya sebagai tempe bedog, yang dijual dengan harga Rp 3.000/bungkus, harganya mirip dengan yang dijual di Pasar Gemaharjo. Di Pacitan, dijulukinya sebagai tempe pondasi, karena penyajiannya setelah dilapisi tepung dan digoreng mirip pondasi bangunan. Hal ini menjadi daya tarik dan daya jual karena kekhasannya. Saat ini, turunan olahan tempe benguk sudah sangat beragam, misalnya sudah ada yang membuatnya menjadi nugget tempe koro benguk. Apapun namanya, aneka koro tersebut mampu memberikan pendapatan dan menjadi bahan pangan bergizi.

MMA

dsc_8392-jpg benguk1
Olahan biji koro benguk
benguk2 benguk3
Tanaman koro benguk