Berita ยป Terobosan Kedelai di Kawasan Transmigrasi

Permasalahan ketersediaan lahan untuk produksi kedelai tetap menjadi hal yang pelik untuk dicarikan solusinya. Kunjungan peneliti dari Balai Pengkajian dan Penerapan Teknik Produksi Ketransmigrasian (BP2TK) di Bengkulu, 2 Mei 2014 ke Balitkabi, diterima oleh Kepala Balitkabi beserta peneliti. Kunjungan semula akan dilakukan langsung oleh Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. Mengawali penerimaannya, Kepala Balitkabi, Dr. Didik Harnowo, menyampaikan kunjungan ini sebagai gayung bersambut, lahan untuk pengembangan kedelai terus diidentifikasi dan Balitbangtan memiliki teknologi beserta perangkat peneliti yang mumpuni. Karenanya Kepala Balitkabi, menegaskan bahwa kunjungan ini harus ditindaklanjuti dengan gerakan operasional di lapang.

Sebagai langkah awal, atas permintaan BP2TK Bengkulu, UPBS Balitbangtan telah mengirim benih kedelai empat varietas (Ijen, Tanggamus, Anjasmoro, dan Kaba) sebagai benih sumber pengembangan kedelai di Kawasan Transmigrasi. Benih telah ditanam antara 7โ€“23 April 2014, dengan daya tumbuh tinggi dan kemurnian genetik yang juga tinggi. BP2TK mengharapkan kerja sama dalam hal transfer teknologi kedelai beserta pembinaan penangkaran benihnya. Bahkan kerja sama tidak hanya terbatas pada kedelai tetapi pada komoditas kabi lainnya. Balitkabi akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kedelai di Kawasan Transmigrasi. Juga ditawarkan peneliti BP2TK dapat menghadiri Open House Balirkabi dalam rangka HUT 40 Balitbangtan pada awal Juni 2014, untuk mengikuti Pengenalan produksi benih sumber dan Sosialisasi olahan berbasis komoditas kabi. Juga dilakukan kunjungan ke Visitor Plot di lapang, UPBS, dan Laboratorium Pascapanen.Disampaikan kembali bahwa Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI menyampaikan apresiasi terhadap Balitbangtan atas dukungan benih kedelai yang telah ditanam di Bengkulu, dan pada saat panen direncanakan akan dilakukan Panen Raya, dan diharapkan Balitbangtan dapat menghadiri. Sekaligus disampaikan perlu disusun MoU antara Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi dengan Balitbangtan untuk pengembangan kedelai di Kawasan Transmigrasi. Terobosan untuk memperkuat kedelai nasional. MM/AW