Berita » Tertarik Usaha Tani Kacang Hijau, Pemkab Lumajang Gandeng Balitkabi Menyusun SOP Budidaya Kacang Hijau

Balitkabi mendapat undangan sebagai narasumber pendamping penyusunan SOP Kacang hijau

Balitkabi mendapat undangan sebagai narasumber pendamping penyusunan SOP Kacang hijau

Komoditas kacang hijau dikenal sebagai tanaman aneka kacang penting ke tiga setelah kedelai dan kacang tanah. Saat ini kacang hijau digadang-gadang menjadi primadona baru aneka kacang. Kacang hijau adalah sumber nutrisi yang kaya protein, rendah lemak, kaya serat, karbohidrat, antioksidan, vitamin dan mineral lengkap seperti asam folat, vitamin A,B,C, E dan K, mengandung Kalsium, Kalium, Besi, Mangan, Zinc, Fosfor, Selenium, serta Magnesium. Para ahli nutrisi menyebutkan jika kacang hijau dapat membantu mengurangi risiko kehamilan bermasalah, melancarkan pencernakan,menurunkan risiko penyakit jantung dan osteoporosis, mengontrol kolesterol, tekanan darah, gula darah penderita diabetes, berat badan, anti kanker, keseimbangan hormon serta tidak kalah penting adalah mengatasi stunting. Tertarik dengan keunggulan kacang hijau, Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang bidang Tanaman Pangan menyusun SOP (standar Operasional Prosedur) Budidaya Kacang Hijau di kelompok Tani Darungan Jaya, Desa Kebonan, Kecamatan Klakah Kab. Lumajang. Pada kesempatan tersebut, peneliti Balitkabi, Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu memenuhi undangan Dinas Pertanian kab. Lumajang untuk mendampingi penyusunan SOP Budidaya Kacang hijau pada 25 Juni 2019 di BPP Kec. Klakah, Kab. Lumajang.

Di Kecamatan Klakah beberapa waktu lalu petani telah memasukkan kacang hijau dalam pola tanam lahan kering setelah jagung, tetapi akhir-akhir ini telah bergeser menjadi tanaman sengon. Saat ini di beberapa lokasi ditemukan banyak tanaman sengon yang mati terindikasi terserang patogen, untuk itu Dinas kab. Lumajang bermaksud merotasi tanaman dengan mengganti dengan kacang hijau, demikian disampaikan Ir.Sudjono, MP selaku Kabid. Tanaman Pangan Dinas Pertanian Lumajang dalam pembukaan penyusunan SOP tersebut. Standar Operasional Prosedur Budidaya Kacang Hijau disusun sebagai acuan berbudidaya kacang hijau yang benar menyesuaikan faktor spesifik lokasi setempat sehingga dapat digunakan oleh para penyuluh serta para petani yang berminat berusahatani komoditas kacang hijau.
Penyusunan SOP budidaya kacang hijau di BPP Kec.Klakah diikuti 30 peserta terdiri dari kelompok tani Kecamatan Klakah, PPL serta Petugas Pengamat Hama Pertanian. Balitkabi berperan sebagai pendamping penyusunan SOP Budidaya Kacang Hijau tersebut.Terjadi diskusi yang menarik antara petani, PPL, POPT serta narasumber Balitkabi mengenai butir-butir SOP yang terdiri dari kegiatan : penentuan lokasi, pemilihan varietas, penyiapan lahan, penyiapan benih, penanaman, pemeliharaan (penyulaman, pengairan, penyiangan, pemupukan) dan panen. Semua butir-butir SOP disesuaikan dengan kondisi spesifik lokasi serta hasil penelitian yang telah dilakukan.

Suasana pendampingan penyusunan SOP Budidaya Kacang hijau

Suasana pendampingan penyusunan SOP Budidaya Kacang hijau

Tindak lanjut penyusunan SOP budidaya kacang hijau ini segera akan dilakukan demplot budidaya kacang hijau disertai SL (Sekolah Lapang) yang akan diikuti oleh kelompok tani yang telah hadir saat penyusunan SOP ini. Dinas Pertanian Lumajang telah memesan beberapa varietas unggul kacang hijau kepada UPBS Balitkabi dan telah disetujui mendapatkan tiga varietas Vima 1, Vima 2 dan Sampeong. Penanaman demplot akan segera dilaksanakan awal Juli 2019, saat ini telah dilakukan penyiapan lahan. Ir. Wiratno selaku Kasie Produksi Tanaman Pangan mengharapkan petani yang saat ini hadir untuk konsisten mengikuti kegiatan demplot. “Kacang hijau memiliki prospek yang baik, harganya cukup stabil, umurnya hanya sekitar dua bulan, menyuburkan dan menyehatkan tanah, untuk itu saya harapkan petani disini dapat berminat dan mencoba usaha tani kacang hijau ini”, ujar Wiratno. Saat pembahasan berlangsung, Balitkabi menekankan pentingnya penggunaan benih unggul bersertifikat dan penggunaan pupuk organik. Hal ini disambut baik oleh Dinas Pertanian Lumajang. “Pemkab Lumajang saat ini sedang melakukan program Sigarpun Bulat (Aksi Gerakan Pemupukan Organik dan Benih Unggul Bersertifikat), sehingga apa yang disarankan Balitkabi sangat tepat sekali” lanjut Wiratno.
Perbaikan narasi dan isi SOP Budidaya Kacang Hijau langsung diperbaiki, dan akan segera dilakukan proses editing sehingga dapat segera dibukukan dan dibagikan kepada kelompok tani serta pihak-pihak yang membutuhkan. Semoga demplot yang akan dilaksanakan dapat berhasil baik secara kualitas hasilnya, maupun berhasil menumbuhkan minat petani untuk berusahatani kacang hijau bahkan memacu tumbuhnya penangkar benih kacang hijau dari wilayah Lumajang. Semoga.

Peserta penyusunan SOP Budidaya Kacang Hijau

Peserta penyusunan SOP Budidaya Kacang Hijau

RDP