Berita » Tim UPBS Balittas Perdalam Pengelolaan Benih Sumber di Balitkabi

berita-220422-upbs-a

Dalam rangka meningkatkan pengelolaan benih sumber, tim UPBS Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) melakukan kunjungan ke UPBS Balitkabi pada Kamis, 21 April 2022. Tim Balittas dikomandani oleh Sub Koordinator Substansi Yantek,  Sri Adi Kadarsih, S.P., M.Sc., didampingi dua manajer UPBS, dan bendahara penerimaan. Maksud kunjungan adalah untuk “ngangsu kawruh” pengelolaan benih sumber di UPBS Balitkabi, serta bagaimana UPBS bisa mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 sejak 2010 dan dapat mempertahankan ISO 9001:2015 hingga sekarang.

Pemaparan singkat profil UPBS Balitkabi serta diskusi antara tim UPBS Balittas dengan Manajer Pemasaran UPBS Balitkabi tentang sistem pembelian benih

Pemaparan singkat profil UPBS Balitkabi serta diskusi antara tim UPBS Balittas dengan Manajer Pemasaran UPBS Balitkabi tentang sistem pembelian benih

Tim UPBS Balittas diterima oleh Direktur UPBS (Dr. Ir. Titik Sundari, MP.), Wakil Direktur UPBS Balitkabi (Herdina Pratiwi, S.P. MP.), dan para Manajer UPBS. Herdina Pratiwi menjelaskan secara singkat profil UPBS Balitkabi. Sri Adi Kadarsih menyampaikan bahwa Balittas membawa tim UPBS dan Bendahara Penerimaan untuk mempelajari proses pemasaran benih terutama melalui sistem pembayaran online. Selain itu, juga diutarakan keinginan UPBS Balittas untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015, sehingga bisa melaksanakan sertifikasi mandiri seperti UPBS Balitkabi.

Diskusi antara tim UPBS Balittas dengan Direktur UPBS Balitkabi (gambar atas) dan peninjauan fasilitas UPBS (gambar bawah)

Diskusi antara tim UPBS Balittas dengan Direktur UPBS Balitkabi (gambar atas) dan peninjauan fasilitas UPBS (gambar bawah)

Kunjungan dilanjutkan dengan meninjau fasilitas (ruang simpan, tempat sortasi, tempat pengujian mutu benih, dan sebagainya) untuk melihat secara langsung proses/alur produksi benih dari benih datang dari IP2TP hingga benih siap didistribusikan. Dari kunjungan tersebut, tim UPBS Balittas menyampaikan bahwa masih banyak yang harus dibenahi dan disiapkan agar bisa menerapkan pengelolaan benih sumber seperti yang telah dilakukan oleh Balitkabi.

WR/HP