Berita ยป Tindaklanjut Kerjasama Balitbangtan dan UMM

Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA memimpin acara diskusi

Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA memimpin acara diskusi

Balitbangtan dan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) diskusi terkait tindaklanjut kerjasama pada Sabtu, 21 Agustus 2021 secara daring melalui kanal zoom. Acara yang dibuka oleh Sekretaris Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA., dihadiri oleh 21 partisipan, beberapa diantaranya adalah Bidang Kerjasama dari Badan Litbang Pertanian (Ir. Erlita Adriani, MBA), Kepala Balitkabi (Dr.Ir. Titik Sundari, M.P.), Kepala Balitjestro (Dr. Ir. Harwanto, M.Si.), Kepala BPTP Jatim (Dr. Ir. Catur Hermanto, MP.), Bidang Kerjasama Puslitbang Tanaman Pangan, Kepala KSPDHP Puslitbang Hortikultura, Koordinator Substansi Kerjasama, Hukum, Organisasi dan Humas di masing-masing UPT baik Balitkabi, Balitjestro, dan BPTP Jatim, Kabag Badan Penjaminan Mutu Internal (Rektorat) UMM (Dr. Ir. Wahono, M.T.), Wakil Dekan III Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM (Ir. Henik Sukorini, M.P., Ph.D.), Ketua Prodi Agroteknologi (Dr. Ir. Ali Ikhwan, M.P.), dan Bidang Kerjasama UMM.

Acara ini merupakan inisiasi implementasi kerjasama antara Kepala Badan Litbang Pertanian dengan Rektor UMM, serta PKS (Perjanjian Kerja Sama) yang telah dilakukan oleh masing-masing UPT Badan Litbang di wilayah Malang Raya, khususnya Balitkabi dan Balitjestro, dengan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM. Haris Syahbuddin menyampaikan agar hasil dari pertemuan tersebut dapat memformulasikan kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu dekat oleh kedua belah pihak. Wakil Dekan III UMM menyampaikan tentang kerjasama yang akan dilaksanakan, yakni terkait dengan kelas unggulan atau kelas profesional, yang selanjutnya dijelaskan lebih lengkap oleh Koordinator penyiapan kelas unggulan, Dr. Wahono.

Kelas unggulan atau kelas profesional merupakan salah satu kurikulum di perguruan tinggi yang bertujuan menghasilkan mahasiswa yang siap untuk turun langsung di lapang. Wahono menjelaskan bahwa ada tiga kelas unggulan yang dirancang oleh UMM, yakni kelas padi, kelas jagung, dan kelas kedelai. Masing-masing kelas akan dirancang materi pembelajarannya dari hulu hingga hilir yang dimasukan dalam dua semester dan masing-masing semester terdiri dari 20 SKS.

Kepala Balitkabi mendukung program tersebut, karena program kelas unggulan akan menghasilkan petani milenial yang profesional. Beliau juga menyampaikan bahwa Balitkabi memegang mandat komoditas aneka kacang dan umbi, salah satunya kedelai, namun tidak menutup kemungkinan dalam program kelas kedelai dapat juga digandengkan dengan komoditas lainnya seperti kacang tanah dan kacang hijau yang saat ini sangat banyak peminatnya. Beliau menambahkan bahwa permasalahan dalam produksi benih akabi saat ini adalah profit yang rendah, karena sebagian besar petani adalah petani tradisional, sehingga dengan adanya kelas profesional, akan lahir petani milenial yang dapat menangani produksi benih secara benar dengan kualitas baik. Beliau sangat terbuka jika peserta mau belajar di Balitkabi, dan di lima IP2TP Balitkabi salah satunya IP2TP Muneng yang memiliki fasilitas cukup lengkap. Mahasiswa akan dibimbing untuk belajar menangani produksi benih dari hulu hingga hilir.

Kegiatan ditutup dengan pemaparan Wahono tentang rencana agenda pelaksanaan Lokakarya Kurikulum yang direncanakan dilaksanakan pada minggu kedua bulan September. Beliau juga menginfokan bahwa UMM juga akan melaksanakan persiapan pelaksanaan sertifikasi pengajar dan menyiapkan materi ajar, sedangkan Haris Syahbuddin menutup diskusi dengan memberi arahan kepada UPT Balitbangtan untuk memetakan calon pengajar yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya.

EU

umm1 umm2 umm3
Kepala Balitkabi (kiri), Kabag Badan Penjaminan Mutu Internal UMM (tengah), dan partisipan (kanan)