Berita » PT Bumi Orion Lirik Kedelai untuk Tingkatkan Omzet Perkebunan Sawit

foto-pt-bumi-orion

Ekspansi perkebunan sawit milik PT Bumi Orion telah berkembang pesat di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, seluas 20.000 ha. Direktur PT Bumi Orion Johnny Lone bermaksud mengembangkan tanaman kedelai di antara tegakan tanaman sawit tersebut. Agar produktivitas kedelai sebagai tanaman sela/sekunder juga dapat maksimal maka pak Johnny dan Nurhandy (komisaris) berkunjung ke Balitkabi (Kamis, 27/02). Dalam diskusi, Direktur dan Komisaris PT Bumi Orion berharap bisa menjalin kerjasama dengan Balitkabi dalam penyediaan benih hingga pendam­pingan lapang untuk budidaya serta penanganan pascapanen kedelai. Rombongan diterima Kepala Balitkabi yang diwakili oleh Ir. Sri Wahyuni Indiati, MS didampingi Dr. A. Ghozi Manshuri, Dr. Titik Sundari, dan Cipto Prahoro, SP Kepala Kebun Percobaan Kendalayak.Dr Ghozi, peneliti bidang ekofisiologi, menjelaskan bahwa kedelai merupakan tanaman sela yang peluang bisnisnya cukup menjanjikan. “Kedelai dapat berfungsi sebagai cover crop (pelindung tanaman sawit dari serangan hama), selain itu tanaman kedelai juga bermanfaat sebagai pupuk organik bagi tanaman pokok sawit”. Batang dan daun kedelai yang luruh di tanah dapat menjaga kesuburan lahan perkebunan sawit. Dengan demikian produktivitas tanaman sawit lebih maksimal dan pada gilirannya omset perkebunan akan meningkat dari hasil panen sawit dan kedelai.

Sementara pak Cipto juga menghimbau agar pada awalnya, PT Bumi mencoba menanam beberapa varietas kedelai. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui jenis varietas yang cocok untuk dikembangkan di lahan sawit tersebut. Hasil panen sebaiknya digunakan sebagai benih untuk pertanaman selanjutnya. Dengan demikian ada penghematan biaya untuk pengadaan benih. Benih kedelai kelas benih penjenis (BS) dan benih dasar (BD/FS) untuk pertanaman awal dapat disediakan oleh UPBS Balitkabi. Dr. Titik Sundari menyebutkan beberapa varietas kedelai biji besar yang adaptasinya luas antara lain Anjasmoro, Argomulyo, Wilis, Panderman, dan Burangrang. “Agar jumlah pesanan benih terpenuhi, sebaiknya pemesanan benih dilakukan tiga bulan sebelum jadwal tanam”, imbau Dr Titik.
Di akhir kunjungan, tamu berkesempatan meninjau visitor plot tanaman aneka kacang dan umbi di Kebun Percobaan Kendalpayak dan melihat langsung pascapanen kedelai di Unit Pengelolaan Benih Sumber Balitkabi. NURCH/AW