Berita » Tingkatkan Soft Skill, Balitkabi Laksanakan Pelatihan Jurnalistik

Menyampaikan informasi dalam bentuk berita yang menarik perhatian masyarakat memerlukan keahlian khusus. Beragamnya latar belakang pembaca, pembuat berita dituntut semakin kreatif, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima masyarakat secara utuh sesuai dengan makna yang ingin diberitakan.

Bagus Suryo, wartawan Media Indonesia sebagai narasumber pelatihan jurnalistik di Balitkabi, 17 Desember 2021

Bagus Suryo, wartawan Media Indonesia sebagai narasumber pelatihan jurnalistik di Balitkabi, 17 Desember 2021

Dalam perannya sebagai lembaga pelayanan masyarakat, Balitkabi memiliki kewajiban untuk menyebarluaskan hasil inovasi dan teknologi sebagai salah satu bentuk unjuk kinerja lembaga pemerintahan. Informasi dalam bentuk berita yang disampaikan tentunya harus menarik, tidak kaku, jelas, informatif, dan bermakna.

Sebagai bentuk dukungan untuk memberikan informasi yang terbaik bagi masyarakat, Balitkabi mengundang Bagus Suryo, wartawan Media Indonesia untuk memberikan pelatihan jurnalistik dengan tema “Pelatihan Menulis Jurnalistik, Reportase, & Teknik Fotografi Jurnalistik” pada Jumat, 17 Desember 2021, diikuti oleh peneliti dan staf Balitkabi.

“Orang yang sering membaca berita belum tentu bisa menulis berita” ungkap Bagus. Kaidah umum 5W 1H (What, Who, Why, When, Where dan How) menjadi dasar ketika menulis berita. Tujuannya adalah agar informasi yang disampaikan kepada pembaca bersifat utuh, bermakna, dan tidak bertele-tele.

Sebelum menulis berita, perlu menentukan target pembaca dan makna yang ingin disampaikan. Informasi yang dimiliki masih menjadi hak pribadi, namun ketika sudah disampaikan kepada masyarakat luas, kita memiliki tanggung jawab terhadap kebenaran berita.

Oleh karena itu, perlu kehati-hatian sebelum merilis berita. Informasi yang akurat bisa diperoleh dengan mewawancarai narasumber yang kompeten. Diperlukan komunikasi yang baik ketika melaksanakan wawancara, sehingga terjadi diskusi yang membangun.

“Catat, rekam, foto” adalah tiga hal yang tidak boleh ditinggalkan ketika menggali informasi. Ketiganya saling melengkapi, sehingga berita yang akan disampaikan nantinya jelas dan menarik. Kecanggihan teknologi mendukung kita untuk membuat reportase dimanapun dan kapanpun.

Foto bersama narasumber dan peserta pelatihan jurnalistik

Foto bersama narasumber dan peserta pelatihan jurnalistik

Beberapa tips saat membuat berita, antara lain:

  • Lead/intro yang menarik perhatian dan mudah dipahami, sehingga pembaca seolah – olah sudah mengetahui isi berita dan ingin membaca sampai selesai
  • Adanya perspektif/skala, sehingga ada batas-batas bagaimana cerita akan disampaikan
  • Memperlebar cerita, dan diberikan nilai tambah agar unik dibandingkan berita di media lain
  • Kutipan adalah kunci agar berita lebih hidup
  • Pastikan bahwa berita yang disampaikan bermakna untuk diketahui publik

AA