Berita ยป TSP Balingtan, Inspirasi bagi Pengembangan TSP Lingkup Balitbangtan

alat

Empat hal utama menandai penampilan Balingtan menuju establish sebagai lokasi pengembangan TSP yaitu; 1). Penampilan fisik sarana dan prasarana sebagai wahana penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan inovasi pertanian sekaligus showwindow termasuk menjadi tempat peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku pembangunan pertanian terkait terutama penyuluh dan petani, 2). Menjadi wahana yang dapat memfasilitasi aliran invensi bidang pertanian menjadi inovasi teknologi yang efisien dan efektif, 3). Menjadi tempat pengembangan invensi bidang pertanian dan peternakan untuk menjadi inovasi yang dilengkapi dengan unit percontohan berskala pengembangan, berwawasan agribisnis hulu-hilir, bersifat holistic dan komprehensif untuk pengembangan, penerapan teknologi pra-produksi, produksi, panen dan pasca panen hingga pemasaran, serta wahana pelatihan dan inkubator bagi pelaku agribisnis (penyuluh, petani dan stakeholder), 4). Wahana bernuansa keilmuan dan layak diakses oleh masyarakat pengguna yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana latihan/praktek bagi masyarakat yang ingin menerapkan inovasi teknologi yang ditampilkan, bahkan mungkin memotivasi masyarakat untuk melakukan terobosan inovasi teknologi dengan studi komparasi dan pengembangan.

Pelajaran yang dapat dipetik dari pengalaman Balingtan dalam mewujudkan pengambangan TSP terutama bagi Balitkabi adalah:

  1. Penyiapan dan pembuatan master plan pengembangan TSP dengan memperhatikan potensi SDA dan SDM yang ada, mengakomodasi masukan dan saran dengan selalu berkoordinasi dengan penanggungjawab (eselon II yang dibentuk)
  2. Sinkronisasi kegiatan mengacu Tugas dan Fungsi Balitkabi dan program Kementerian Pertanian dalam rangka swasembada pangan utama (padi, jagung dan kedele) disamping komoditas utama yang lain ( tebu, daging, bawang merah dan cabai).
  3. Pengadaan belanja modal (gedung dan bangunan, alsintan, alat-alat laboratorium) dengan kualifikasi high performance/high profile, aplikable, dan terkoneksi antar bagian atau bidang.
  4. Penataan landscaping sehingga keseluruhan area tertata dengan baik, menarik, nyaman, unik dan informatif.
  5. Memiliki konsep dasar ramah lingkungan, terintegrasi dan berkelanjutan.
  6. Melibatkan semua potensi SDM yang dimiliki dari pimpinan puncak hingga tenaga kasar, membagi kelompok dalam bentuk pokja (kelompok kerja) sesuai bidang, tugas dan fungsi masing-masing.
  7. Mengefektifkan seluruh potensi personil ULP (Unit Layanan Pengadaan) dalam memenuhi prosedur pengadaan barang dan jasa sehingga pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa dapat dilaksanakan dengan relatif cepat, terukur dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
  8. Fungsi manajer pelaksana (Kepala Balai) sangat krusial dalam rangka mengkoordinasi, mengintegrasikan, simplikasi dan sinkronisasi menuju target-target yang dicanangkan secara berjenjang baik per satuan waktu, volume maupun output terukur lainnya.
  9. Terbangun dan terlihat budaya kerja, etika kerja mulai garis depan (satpam), pelaksana kegiatan, peneliti, pengelola administrasi, sesuai SOP dan prosedur kerja.


Penataan lingkungan kantor (kiri) dan saluran irigasi (kanan).


Gedung Alat dan Mesin Pertanian.


Akses jalan menuju klaster ternak (kiri) dan integrasi ternak-ikan (kanan).

WU/AM/SAR/ZH/EM