Berita » Tumpangsari dengan Kedelai di Lahan Kering Blitar Selatan Untung 74 Juta

Di lintas selatan Kabupaten Blitar lahan pertaniannya didominasi lahan kering, air irigasi untuk pertanian mengandalkan curah hujan. Oleh karena itu kearifan lokal memegang peran penting dalam memanfaatkan kondisi ini agar petani dan keluarga yang ditanggungnya tetap survive. Biasanya,petani di Kecamatan Binangun hanya dapat menanami lahan-keringnya 2 kali dalam satu tahunnya dengan Indeks Pertanaman (IP) 200. Akan tetapi dengan rekadaya berdasarkan pengalaman dan kearifannya, banyak petani yang sukses menerapkan penataan polatanam sehingga dapat dicapai penananam 3 kali setahun sehingga meraih IP300.

Kuncinya adalah penerapan tumpangsari. Komoditasnya adalah jagung, cabai, dan kedelai. Kali pertama hujan jatuh yang ditanam adalah tanaman jagung dengan populasi penuh. Setelah jagung umur 30 hari, dilakukan pemupukan sekaligus pembubunan (tutup gulut). Selanjutnya ketika jagung umur 45-50 hari, cabai ditanam di sela-sela tanaman jagung. Ketika tanaman jagung memasuki umur masak fisiologis, batang atas jagung dipotong, dan selanjutnya tanaman kedelai ditanam di kanan/kiri tanaman jagung atau di pinggir bedengan, sehingga tanaman cabai berada di tengah tanaman kedelai.

Tanam kedelai di sela-sela tanaman jagung dan cabai


Tanaman cabai dan kedelai setelah tanaman jagung dipanen Usahatani tumpangsari jagung—cabai—kedelai sangat menguntungkan. Dari luas lahan kering 0,6 ha, dengan total biaya Rp16,5 juta, ternyata diperoleh hasil sebesar Rp91 juta. Artinya mesti di lahan kering petani Kecamatan Binangun mampu meraih untung sebesar Rp74,5 juta.

Memang keuletan petani sangat penting. Namun jika petani tekun dan antisipatif terhadap dinamika pasar dan iklim serta sudah berhitung dengan risiko toh untung pun berhasil diraih. Buktinya yang 74 juta rupiah tersebut. Pola tumpangsari yang diterapkan di Binangun dapat digunakan sebagai model atau rujukan bagi daerah lain yang memiliki kemiripan agroekologi lahan kering sebagaimana di Kecamatan Binangun Kab Blitar. Dan, kedelai bisa dimasukkan menjadi salah satu komoditas pilihan, bukan hanya untuk mendukung peningkatan produksi kedelai dalam negeri namun sekaligus memelihara kesuburan tanah di lahan kering.
Purwantoro/AW