Berita » Ubi Jalar Antin 3 di Tangan Menteri Pertanian

Penanaman Antin 3 di Ds. Mamppesangka, Kec. Ponre, Kab. Bone, Sulsel

Penanaman Antin 3 di Ds. Mamppesangka, Kec. Ponre, Kab. Bone, Sulsel

Komoditas ubi jalar mendadak naik daun pasca dirilisnya data ekspor ubi jalar oleh Kementan yang semakin meningkat. Meningkatnya jumlah kelompok menengah ke atas berdampak langsung pada kebutuhan pangan sehat bergizi, salah satunya adalah antosianin yang dikandung ubi jalar ungu.

Menteri Pertanian, Dr. Andi Amran Sulaiman paham betul nilai kemanfaatan ubi jalar ungu dan perintahkan Balitbangtan untuk menyiapkan stek ubi jalar untuk dikembangkan oleh petani. Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry meminta Balitkabi mengirimkan stek ubi jalar varietas Antin 3 untuk dikembangkan di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.

Varietas Antin 3 yang dilepas tahun 2014 memiliki kandungan antosianin 150,7 mg/100 g (bb) dan tertinggi dibandingkan Antin 1 dan Antin 2. Dengan potensi hasil mencapai 30,6 ton/ha dan dilengkapi karakter agak tahan boleng dan kudis, Antin 3 yang siap dipanen pada umur 4-4,5 bulan, saat ini sudah berada di tangan Pak Amran untuk dicoba langsung ditanam di lahan seluas 0,5 hektar.

Penyiapan stek Antin 3 di Poncokusumo, Malang

Penyiapan stek Antin 3 di Poncokusumo, Malang

Kepala Balitkabi, Dr. Yuliantoro Baliadi sangat antusias dan anggap ini satu berkah karena salah satu inotek akabi diminta langsung oleh Kementan-1. Berbendera PUI Akabi dan Penanggung Jawab UPBS, dalam waktu singkat 15.000 stek segar Antin 3 disiapkan dari Poncokusumo Malang dan dibawa langsung oleh peneliti ubi jalar Joko Restuono, S.P. dan teknisi Agus Supeno, S.P. ke Sulawesi Selatan.

Di lahan seluas 0,5 ha yang juga adalah daerah asal Pak Amran, stek Antin 3 diterima langsung oleh Bapak Andi Jusuf Sulaiman selaku koordinator lapang dan penanggung jawab kegiatan pengembangannya. Komoditas ubi jalar relatif baru, sehingga sebelum penanaman dilakukan bimbingan teknis dan praktik oleh Tim Balitkabi. Hari pertama dilakukan pengarahan mengenai cara mengolah tanah, pembuatan guludan, pemeliharaan, pengendalian hama/penyakit, dan panen.

Mentan Dr. Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi penanaman Antin 3 (kiri) dan berdiskusi dengan peneliti Ubi jalar Joko Restuono, S.P .(kanan).

Mentan Dr. Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi penanaman Antin 3 (kiri) dan berdiskusi dengan peneliti Ubi jalar Joko Restuono, S.P .(kanan).

Penyiapan lahan dengan mekanisasi dan manual

Penyiapan lahan dengan mekanisasi dan manual

Dr. Fadjry yang ikut hadir minta Balitkabi memantau perkembangan tanaman Antin 3 tersebut. Pada saat kegiatan tanam di hari kedua, Pak Amran meninjau langsung di lahan dan menyaksikan kegiatan tanam. “Saya sangat tertarik dengan ubi jalar ungu karena berguna untuk kesehatan,” kata Amran. Ubi jalar ungu ini akan dikembangkan ke masyarakat sekitar lokasi penanaman . Sulawesi Selatan memiliki potensi luas area ubi jalar hingga 15.406 ha yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. Saat di lahan, antusias Mentan luar biasa dengan si ubi ungu Antin 3. Satu sinyal positif dari sosok Mentan untuk pengembangan ubi jalar khususnya di Sulawesi Selatan dan berharap menjadi ujung tombak pengembangan varietas unggul ubi jalar di seluruh Indonesia. Pak Yusuf Sulaiman menambahkan, di daerahnya harga jual ubi jalar ungu sekitar Rp 6.000/kg, lebih tinggi dibandingkan ubi jalar lain yang hanya Rp 4.000/kg.

Harapan besar, komoditas ubi jalar mampu memberikan kesejahteraan untuk para petani di Indonesia. Demikian juga dengan Balitkabi, berharap agar varietas unggul ubi jalar yang sudah dihasilkan mampu ikut berperan aktif dalam ketahanan pangan Indonesia.

Ubi jalar jaya, Balitkabi Bangga….

 

JR / ASP