Berita ยป Umbi Potensial Perkaya KRPL Balitkabi

Setelah KRPL sayur mayur berhasil memberikan manfaat bagi para karyawan Balitkabi, memberikan ilmu budidaya, memberikan contoh bagi para tamu, serta selanjutnya memantik pengembangan, kini halaman depan Balitkabi dikembangan dengan budidaya umbi-umbian potensial. Umbi-umbian potensial yang dimaksud di sini adalah yang tergolong umbi-umbian selain ubijalar dan ubi kayu, yang memang menjadi mandat Balitkabi; yaitu ganyong, mbothe, garut, dan talas.

Kita sesungguhnya kaya aneka simpanan bahan pangan di perdesaan. Namun karena pangan kemudian seringkali dimaknai secara terbatas pada beras dan jagung, maka sumber pangan karbohidrat lainnya,khususnyadarikelompok umbi-umbian,menjadi kurang dipikirkan, baik budidaya maupun pengembangannya. “Kita tanam aneka umbi potensial ini untuk etalase bahwa kita kaya akan bahan pangan potensial”, tutur Dr Muchlish Adie, Kepala Balitkabi. Bergerak dari upaya agar kita juga mengembangkan umbi potensial, maka dipilihlah aneka umbi yang memang potensial.

Mencari bibit umbi potensial memang agak sulit. “Namun alhamdulillah, kita bisa memperolehnya, dan kini sudah menghijau di lapangan”, tutur Wasito Adie, staf Jaslit yang menangungjawabi KRPL Balitkabi. Pak Wasito dan kawan-kawan bertanam aneka umbi potensial ini dalam dua tahap. “Pertama 22 Mei 2012, lalu setelah ubijalar dipanen diadakan penanaman ubijalar lagi pada 5 Oktober 2012”, kata pak Sugiono yang juga terlibat pengelolaan KRPL pengembangan ini. Di halaman depan Balitkabi, yang dulunya kolam kini sudah hijau dengan garut (Marantha arundacea), ganyong (Canna edulis), mbothe (Xanthosoma sp), dan talas (Colocasia esculenta), serta tentu saja ubikayu dan ubijalar.

“Tak banyak anak-anak kita yang tahu tentang aneka sumber pangan dari umbi-umbian ini”, tutur Ir Arif Musaddad, Kepala Seksi Jasa Penelitian Balitkabi, yang mengkoordinasi KRPL. Penanaman ini selain untuk pengembangan KRPL juga sekaligus bersiap-siap untuk laboratorium lapang aneka umbi-umbian. “Jika para siswa dan atau para ibu-ibu, serta kelompok tani berkunjung, kita bisa jelaskan di lapang bahwa kita kaya sumber pangan dari umbi-umbian potensial dengan contoh tanaman di lapang”, lanjut Pak Arif.


AW