Berita ยป Upaya Berdaulat Benih Kedelai di Banyuwangi

Model Desa Berdaulat Benih perlu dibangun berdasarkan Model Sistem Perbenihan Berbasis Masyarakat. Alur produksi dan distribusi benih pada Model Sistem Perbenihan tersebut disesuaikan dengan Sistem Perbenihan Nasional sebagai upaya pembinaan penangkar lokal untuk meningkatkan mutu dan ketersediaan benih untuk satu kawasan pengembangan pertanian.

Berdaulat benih dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan benih di kawasan pengembangan secara mandiri. Kontribusi Banyuwangi sebagai penghasil kedelai terbesar di Jawa Timur perlu mendapat apresiasi. Produktivitas kedelai di wilayah tersebut cukup tinggi yaitu 1,7 t/ha, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Timur (1,6 t/ha) dan rata-rata Indonesia yang baru mencapai 1,56 t/ha.

Luas pertanaman kedelai di Banyuwangi pada tahun 2015 sekitar 14.000 ha, 7.000 ha diantaranya mengikuti program GP-PTT, PAT 2.000 ha, APBNP 3.500 ha, dan sisanya adalah pertanaman swadaya petani, demikian disampaikan pada sambutan Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi yang di wakili Kasie Bina Produksi Ir. J. Catur Sugiarto.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Banyuwangi tanahnya cukup subur, petani responsif terhadap inovasi teknologi sehingga dengan sentuhan teknologi, produktivitas kedelai dapat di tingkatkan menjadi 3 t/ha. Banyuwangi sarat dengan prestasi terutama komoditas kedelai dengan luas areal dan produktivitas tinggi.

Oleh karena itu Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) berupaya untuk membantu dan membangun sistem perbenihan kedelai melalui pelatihan produksi benih kedelai. Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan kemampuan penangkar dan calon penangkar benih kedelai untuk bisa memproduksi kedelai bermutu dan mendukung program mandiri benih kedelai, demikian ungkap Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo.

Pembukaan Pelatihan Produksi Benih Kedelai di KP Genteng, Banyuwangi 22 Oktober 2015.

Pembukaan Pelatihan Produksi Benih Kedelai di KP Genteng, Banyuwangi 22 Oktober 2015.

Peserta pelatihan produksi benih kedelai dan penyerahan sertifikat pelatihan produksi benih kedelai.

Peserta pelatihan produksi benih kedelai dan penyerahan sertifikat pelatihan produksi benih kedelai.

Pelatihan dilaksanakan di Kebun Percobaan Balitkabi di Genteng, Banyuwangi pada tanggal 22 Oktober 2015, diikuti oleh 30 orang yang terdiri dari penangkar, calon penangkar, penyuluh dan Babinsa. Adapun materi pelatihan yang di sampaikan adalah:

  1. Teknologi Produksi Benih Kedelai dengan nara sumber Dr. Titik Sundari,
  2. Identifikasi hama penyakit kedelai dan cara pengendaliannya dengan nara sumber Prof. Dr. Marwoto,
  3. Biopestisida untuk mengendalikan hama penyakit kedelai nara sumber Dr. Yusmani Prayogo,
  4. Prosesing dan penyimpanan benih kedelai dengan nara sumber Dr. Didik Harnowo dan
  5. Sertifikasi Benih Kedelai dengan nara sumber dari BPSB Banyuwangi.

Pada akhir acara diserahkan sertifikat pelatihan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Ir. Catur Sugiarto, didampingi oleh Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo, Prof. Dr. Marwoto dan Sumarno, S.P. Kepala KP Genteng.

Mwt