Berita » Upaya Pengembangan Ubi Kayu di Kabupaten Kediri

Melanjutkan kegiatan pengembangan ubi kayu yang telah dimulai sejak tahun 2017, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Kediri kembali mengadakan kegiatan “Sosialisasi Budi Daya Ubi Kayu” pada program kegiatan Pengembangan Teknologi Tanaman Pangan. Peserta sosialisasi adalah sekitar 30 petani dan penyuluh dari dua kecamatan yaitu Tarokan dan Keras. Acara diselenggarakan di ruang pertemuan kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Kediri dengan narasumber dari Balitkabi yaitu Dr. Kartika Noerwijati yang menyampaikan materi “Budi Daya Ubi Kayu dan Pengenalan Varietas”. Ir. Tri Retnani Yeni Astuti, M.M. selaku Kepala Bidang Pengelolaan Pangan berkenan membuka acara mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan yang berhalangan hadir.

Peserta sosialisasi budi daya ubi kayu di Kab. Kediri

Peserta sosialisasi budi daya ubi kayu di Kab. Kediri

Tri mengatakan bahwa bantuan dari Dinas berupa bibit ubi kayu varietas Malang 4 dan pendampingan budi daya. “Malang 4 merupakan ubi kayu untuk bahan baku industri karena rasanya pahit, kadar pati dan hasil umbinya tinggi,” kata Tri kepada para petani. Ini akan mendukung ketersediaan bahan baku industri, terutama industri pati dan kerupuk yang banyak berkembang di daerah Kediri, lanjutnya.

Berdasarkan data BPS Jawa Timur tahun 2017, Kabupaten Kediri merupakan penghasil ubi kayu kelima di Jawa Timur setelah Kabupaten Ponorogo, Malang, Pacitan, dan Trenggalek. Kegiatan pengembangan ubi kayu tahun 2019 di Kabupaten Kediri ini seluas 25 hektar. Kecamatan Keras memiliki waktu tanam ubi kayu yang berbeda dengan Kecamatan Tarokan. Petani daerah Keras biasa menanam ubi kayu pada bulan Juni karena memungkinkan melakukan pengairan dan pemupukan yang dilakukan pada umur tiga dan enam bulan setelah tanam, sedangkan petani daerah Tarokan karena merupakan lahan tadah hujan waktu tanam dilakukan saat awal musim hujan sekitar bulan Oktober.

Pada kesempatan diskusi, beberapa petani menyampaikan masalah ketidakpastian harga ubi kayu. Petani berharap harga ubi kayu minimal Rp 1.000,- per kg agar menguntungkan petani. Hal ini diharapkan bisa menjadi perhatian pemangku kebijakan untuk memacu minat petani bertanam ubi kayu.
KN