Berita » UPBS Balitkabi Selenggarakan Bimtek Teknik Produksi Benih Akabi

UPBS Balitkabi sebagai Unit Pengelola Benih Sumber bertugas dalam memproduksi benih sumber aneka kacang dan umbi (akabi) dengan mutu yang tinggi. Dalam rangka meningkatkan kinerja SDM perbenihan Balitkabi dalam menghasilkan benih akabi yang bermutu tinggi, maka UPBS Balitkabi menyelenggarakan Bimtek yang berjudul “Bimbingan Teknik Budidaya Akabi dalam Sistem Produksi Benih dan Pelatihan Sortasi, Pengujian Daya Tumbuh dan Kadar Air Benih Akabi” pada tanggal 27 Januari 2022 di Aula Balitkabi. Bimtek diikuti oleh 18 orang peserta yang terdiri dari Koordinator IP2TP, Koordinator Teknisi, Penanggungjawab Gudang lingkup IP2TP Balitkabi, dan semua staf UPBS yang ada di Balitkabi.

Para peserta Bimtek Budidaya Akabi dalam Sistem Produksi Benih

Para peserta Bimtek Budidaya Akabi dalam Sistem Produksi Benih

Bimtek menghadirkan 4 narasumber, yaitu Prof. Dr. Didik Harnowo, M.S. yang membawakan materi “Teknik Budidaya dan Penanganan Pascapanen Kedelai untuk Menghasilkan Benih Bermutu Tinggi”, Ir. Trustinah, M.S. yang membawakan materi dengan judul “Teknik Budidaya dan Pasca Panen Kacang Tanah dan Kacang Hijau”, Ir. Tinuk Sri Wahyuni, M.S. yang membawakan materi tentang “Teknik Budidaya untuk Produksi Umbi dan Bibit Ubi Kayu dan Ubi Jalar”, dan Didik Sucahyono, S.P., M.P. yang membawakan materi dengan judul “Uji Mutu, Kadar Air dan Sortasi Benih Aneka Kacang”.

Plt. Kepala Balitkabi membuka Bimtek

Plt. Kepala Balitkabi membuka Bimtek

Bimtek dibuka oleh Plt. Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, M.P., yang menyampaikan bahwa dituntut adanya perbaikan kinerja dari SDM perbenihan untuk bekerja dengan lebih baik. Ilmu yang didapat dari narasumber hendaknya diaplikasikan di lapangan dengan mengacu pada SOP yang telah dibuat UPBS. Kerja yang masih berdasarkan kebiasaan harus berganti sesuai dengan SOP.

Para peserta Bimtek Budidaya Akabi dalam Sistem Produksi Benih

Para peserta Bimtek Budidaya Akabi dalam Sistem Produksi Benih

Didik Harnowo dan Trustinah menyampaikan prinsip-prinsip dalam produksi benih, mulai dari penyiapan benih, pengelolaan pertanaman, panen, dan pasca panen. Hal yang membedakan antara produksi benih dan produksi untuk tujuan lainnya adalah adanya pemeliharaan mutu genetik dalam produksi benih.

Hasil benih yang tinggi dan bermutu tetap membutuhkan tanaman yang tumbuh sehat, bebas dari cekaman OPT, pemeliharaan optimal, dan panen tepat waktu. Faktor utama yang paling berpengaruh terhadap mutu fisiologis adalah faktor kadar air, karena air akan memicu aktivitas enzim PME dan senyawa-senyawa lain di dalam benih, sehingga menurunkan mutu fisiologis benih.

Oleh karena itu, kenapa setelah panen harus segera dijemur, jangan ditunda-tunda, dan sering melakukan pemantuan kadar air benih yang telah simpan dan melakukan penjemuran ulang hingga kadar air benih mencapai 9%. Jika seluruh prinsip-prinsip dalam produksi benih diikuti dengan benar, tentunya target rendemen yang tinggi bisa tercapai.

Trustinah menambahkan bahwa dalam produksi benih, terutama IP2TP sebagai pelaksana di lapangan, ketelitian dalam pencatatan sangatlah penting untuk menghindari adanya kesalahan yang menyebabkan tertukarnya varietas.

Tinuk Sri Wahyuni menyampaikan materi tentang produksi umbi dan bibit ubi kayu dan ubi jalar. Dalam pengelolaan bibit ubi kayu dan ubi jalar, yang diperhatikan adalah cara pengambilan stek dan penyimpanan stek. Penyimpanan yang benar akan memperpanjang masa simpan dari bibit ubi kayu dan ubi jalar.

Penyimpanan stek ubikayu tidak diperkenankan di dalam gudang, karena stek akan lebih cepat kering, penyimpanan yang benar di tempat terbuka dengan posisi berdiri pangkal batang menyentuh tanah.

Pelaksanaan Bimtek Budidaya Akabi dalam Sistem Produksi Benih

Pelaksanaan Bimtek Budidaya Akabi dalam Sistem Produksi Benih

Didik Sucahyono menyampaikan bahwa perlunya keseragaman dalam melaksanakan uji mutu benih, baik di UPBS maupun di IP2TP dengan mengacu ISTA. Hal tersebut bertujuan untuk memperkecil adanya penyimpangan hasil uji.

Selain itu, data dukung benih yang akan ditanam tidak cukup hanya menggunakan daya berkecambah, sebaiknya disertakan pula uji vigornya.

Materi yang menarik dari tiap narasumber memicu berbagai pertanyaan pada setiap sesi diskusi. Semoga kinerja UPBS ke depannya semakin baik.

HP