Berita ยป Usahatani Ubijalar yang Menguntungkan

Pak Sirep menanam jenis Paket Putih, Pak Juari menanam jenis Ungu.

Pangan sehat dan menyehatkan serta bernilai ekonomi tinggi, nampaknya terdapat pada komoditas ubijalar. Ubi dari ubijalar yang berwarna oranye dan juga berwarna ungu, menjadi sumber pangan yang menyehatkan. Hingga saat ini, Kementerian Pertanian telah melepas sebanyak 20 varietas ubijalar, dan sebagian besar (17 varietas) dilepas oleh pemulia ubijalar dari Badan Litbang Pertanian.

Pak Sirep, petani ubijalar di Sidorejo Magetan (17 November 2012) memberikan gambaran tentang keuntungan usahatani ubijalar, satu pikul (sekitar 30 kg) ubijalar dijual dengan harga Rp 35.000, jagung sekarang harganya Rp 2.500/kg dan dalam satu hektar hasilnya hanya 5 ton, jadi ubijalar jauh lebih menguntungkan dibandingkan jagung, hitung-hitungan Pak Sirep. Kabupaten Magetan memang menjadi salah satu sentra ubijalar di Jawa Timur, selain Malang, Blitar, dan Mojokerto. Struktur tanahnya yang cenderung remah memang ideal bagi pertumbuhan dan produksi ubijalar.

Pak Sirep menanam jenis Paket Putih, Pak Juari menanam jenis Ungu.

Sejak lama, peneliti Balitkabi telah melakukan berbagai penelitian ubijalar di Magetan. Penuturan Pak Sirep, petani menanam beberapa jenis ubijalar seperti Paket Putih, Paket Hijau, Ungu, bahkan ada yang menanam jenis Korea. Jenis Paket Putih dan Paket Hijau, keduanya ubinya berwarna putih, berumur hingga 6 bulan, sedangkan Ungu (ubinya berwarna ungu) umurnya lebih genjah hanya 4 bulan. Jenis Korea berdaun lebar, namun hanya ditanam beberapa gulud saja.

Petani lain, Pak Juari, menuturkan bahwa dari sisi produktivitas memang jenis Paket Putih dan Paket Hijau hasilnya lebih tinggi, dalam 1 ha bisa mencapai 30 ton ubi, sedangkan yang jenis Ungu hanya mencapai 20 ton per ha. Pak Juari, lebih lanjut membuat kalkulasi logis, yakni jenis Ungu umurnya lebih genjah, harga jualnya lebih tinggi, sekarang bisa mencapai Rp 1.500/kg, bandingkan dengan yang jenis Paket Putih dan Paket Hijau yang hanya Rp 1,250/kg. Keragaan berbagai jenis ubijalar di lapang, jenis Ungu daunnya terdapat benjolan yang cukup banyak, petani menyebutnya penyakit Gudik. Namun pada jenis ubijalar yang lain, daunnya tetap sehat. Menurut petani, penyakit tersebut tidak mengganggu produksi ubi, tidak masalah urai Pak Juari.

Seringkali petani memberikan nama yang lain pada varietas umbi-umbian (ubikayu dan ubijalar) yang mereka tanam di lapang tidak sesuai dengan nama varietas yang sesungguhnya. Beberapa petani yang ditanya, apakah mengenal varietas unggul seperti Sari, Cangkuang dsbnya, petani menjawabnya tidak mengenal. Hal ini merupakan tantangan bagi peneliti Balitkabi untuk lebih mendiseminasikan varietas ubijalar yang telah dilepas. Bisa jadi varietas ubijalar yang ditanam petani adalah varietas unggul yang sudah dilepas hanya mendapatkan penamaan yang berbeda. Diseminasi masih harus digerakkan lebih giat.