Berita » Varietas Grobogan Terus Berkembang

Varietas Grobogan yang dilepas pada tahun 2008, merupakan hasil seleksi terhadap genotipe kedelai yang banyak ditanam di sekitar Kabupaten Purwodadi. Keunggulan varietas Grobogan adalah berumur genjah (76 hari) dan ukuran biji besar (sekitar 18 g/100 bijinya). Lahirnya varietas Grobogan tidak terlepas dari inisiasi dan peran peneliti Balitbangtan, yang berkerjasama dengan jajaran Pemprov Jateng, termasuk Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jateng.Dijelaskan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Akhmad Zulfi Kamal S.Si. SP, pada saat kunjungan kerja Kepala Balitkabi (Dr. Didik Harnowo) ke Grobogan 29–30 Desember 2014, yang didampingi oleh pemulia kedelai (Muchlish Adie), bahwa pada tahun 2014, Kabupaten Purwodadi mendapatkan program PAT kedelai seluas 5.000 ha. Pada tahun 2015 program PAT seluas 500 ha dan GPPTT seluas 8.000 ha. Rata-rata luas tanam kedelai di Purwodadi sekitar 16.000 ha setiap tahunnya. Memang terjadi pergeseran sentra kedelai karena alih komoditas oleh petani, sehingga areal kedelai baru terus diidentifikasi agar areal kedelai di Purwodadi tidak menurun.

Pertanaman kedelai di Desa Nambuhan, Grobogan (30 Desember 2014). Tetap berkembangnya kedelai di Purwodadi, selain pola tanam yang sudah mapan yaitu kedelai dibudidayakan tiga kali dalam setahun; juga karena Kabupaten Purwodadi menjadi pemasok benih kedelai di Jateng dan sebagian Jatim sehingga harga jual kedelai di tingkat petani menjadi lebih mahal karena digunakan sebagai sumber benih. Petani mendapatkan keuntungan ekonomi dari budidaya kedelai. Gambaran pola tanam kedelai di Purwodadi diawali pada musim tanam Oktober/November di lahan sawah tadah hujan, Februari pada lahan tegal, dan pada bulan Juni dilakukan pada sawah irigasi. Dengan pola tersebut, jabalsim di Purwodadi berjalan secara baik. Observasi lapang (30 Desember 2014) di Nambuhan dan Pulokulon, terlihat hamparan kedelai varietas Grobogan yang saat ini berada dalam fase pembentukan polong hingga pengisian biji. Keragaan tanaman cukup bagus, infestasi hama relatif rendah dan jumlah polong sekitar 55 polong/tanaman. Tanaman kedelai ini akan menjadi sumber benih musim tanam kedelai berikutnya, untuk wilayah Kab Purwodadi maupun kabupaten lainnya.

MMA/AW