Berita ยป Vimil dan Vamas, Generasi Baru Kacang Hijau dan Ubi Kayu Balitbangtan

Vimil kacang hijau berbiji kecil (kiri) dan Vamas ubi kayu toleran masam (kanan)

Vimil kacang hijau berbiji kecil (kiri) dan Vamas ubi kayu toleran masam (kanan)

Sidang Penilaian dan Pelepasan Varietas Tanaman Pangan pada hari Kamis tanggal 14 November 2019 di Bogor menyatakan dua galur kacang hijau dan satu klon ubi kayu yang diusulkan oleh Tim Pemulia Balitkabi lulus dan direkomendasikan untuk dilepas sebagai Varietas Unggul Baru (VUB) oleh Tim Penilai dan Pelepasan Varietas Tanaman Pangan yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal Kementan, Ir. Bambang Pamuji, M.Si.

Pemulia kacang hijau (Ir. Trustinah, M.S.) mempresentasikan keunggulan Vimil di depan tim penguji dan mengusulkan nama Vimil, yang mencirikan keunggulannya yaitu Vigna Malang biji kecil. Vimil dirancang untuk menambah pilihan bagi penyuka/industri kecambah kacang hijau. Pembentukan varietas kacang hijau biji kecil dilakukan mulai tahun 2013 dengan melakukan persilangan terhadap varietas Sampeong dengan galur harapan. Perbaikan diarahkan pada umur tanaman dan letak polong. Selama kurun waktu 7 tahun proses pemuliaan kacang hijau, terseleksi empat (4) kandidat/calon varietas unggul. Galur harapan GH 3 dan GH 9 disetujui dilepas dengan nama Vimil 2 dan Vimil 1. Galur Harapan GH 3 memiliki keunggulan potensi hasil 2,2 t/ha, umur masak 57 hari, biji berwarna hijau mengkilap, agak tahan terhadap bercak daun, embun tepung dan Maruca. Sedangkan GH 9 memiliki keunggulan potensi hasil 2,06 t/ha, umur masak 57 hari, biji berwarna hijau kusam, serta agak tahan terhadap bercak daun, embun tepung dan Maruca.

Presentasi keunggulan Vimil oleh Ir. Trustinah, M.S. (kiri) dan Vamas oleh Ratri Tri Hapsari, S.P., M. Si. (kanan).

Presentasi keunggulan Vimil oleh Ir. Trustinah, M.S. (kiri) dan Vamas oleh Ratri Tri Hapsari, S.P., M. Si. (kanan).

Selain kacang hijau, pada sidang kali ini pemulia ubi kayu Balitkabi (Prof Dr. Sholihin) juga mengusulkan calon varietas unggul ubi kayu adaptif lahan masam. Klon harapan OMR 51-20-5 diusulkan menjadi varietas unggul baru ubi kayu karena pada umur 7 bulan memiliki kelebihan potensi hasil umbi segar 43,61 t/ha, potensi hasil pati 10,06 t/ha, kadar pati 22,14 % (bb) dan 83,65 % (bk), serta agak tahan terhadap busuk umbi. Proses pemuliaan ubi kayu berlangsung sejak tahun 2015-2018. Berdasarkan hasil sidang penilaian dan pelepasan varietas, klon harapan klon harapan OMR 51-20-5 disetujui untuk dilepas sebagai varietas unggul baru dengan nama Vamas 1 (Cassava Toleran Masam).

Tim pemulia serta peneliti Vimil dan Vamas

Tim pemulia serta peneliti Vimil dan Vamas

Kehadiran dua calon VUB kacang hijau dan satu calon VUB ubi kayu tersebut tidak terlepas dari kerja tim yang terdiri atas pemulia kacang hijau (Ir. Trustinah, M.S., Dr. Rudi Iswanto, Ratri Tri Hapsari, S.P, M.Si, Prof. Dr. Made Jana Mejaya, Moh. Arum, S.P, M.P), Ahli hama dan penyakit tanaman (Ir. Sumartini, M.S, Marida Santi YIB, M.Agr.Sc, Dr. Yuliantoro Baliadi), tim pemulia ubi kayu yang terdiri atas Prof. Dr. Sholihin, Dr. Kartika Noerwijati, Ir. Tinuk Sriwahyuni, M.P,. Prof. Dr. Made Jana Mejaya, dan Dr. Titik Sundari, serta peneliti Balitkabi yang juga tim penilai pelepasan varietas Dr. Muchlish Adie dan Prof. Dr. Sholihin atas saran-saran perbaikan dalam proposal usulan pelepasan varietas ini.

YB/RTH