Berita » Webinar GITA Series # 1: Optimalisasi Peran IP2TP yang Maju, Mandiri, Modern

gita

Pada kegiatan Gelar Inovasi dan Teknologi Aneka Kacang dan Umbi (GITA 2021), selain Gelar Inovasi dan Peresmian IP2TP Muneng serta beberapa kegiatan yang lain, Balitkabi juga menggelar Webinar Series. Pada Selasa, 29 Juni 2021 dilaksanakan Webinar Series # 1 dengan tema “Optimalisasi Peran IP2TP yang Maju, Mandiri, Modern”. Webinar tersebut menghadirkan empat narasumber yaitu: Dr. Ir. Haris Syahbuddin, D.E.A (Sekretaris Badan Litbang Pertanian), Iksan Kusnindar, SE (mewakili Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi), Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. (Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan-Batu), dan Bekti Subagja, A.Pi., M.Si. (Kepala Bagian Umum Badan Litbang Pertanian). Webinar diikuti lebih dari 160 peserta dari IP2TP lingkup Balitbangtan.

Webinar dibuka Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Haris Syahbuddin, D.E.A. Sambutan diawali dengan penyampaian apresiasi Kepala Balitbangtan kepada Balitkabi yang telah sukses menyelenggarakan GITA 2021. Selanjutnya disampaikan bahwa IP2TP memiliki peran penting sebagai lokasi penelitian, pengembangan pengkajian, konservasi koleksi plasma nutfah/sumber daya genetik, produksi benih sumber, kebun produksi, agrowidyawisata, dan hilirisasi hasil litbang. Untuk itu, Kepala Balitbangtan menekankan bahwa IP2TP perlu memiliki SDM dan sarana prasarana yang handal, IP2TP harus dikelola secara profesional dan memiliki roadmap yang jelas untuk pengembangan ke depan.

Sambutan Kepala Balitbangtan di wakili oleh Dr. Ir. Haris Syahbuddin, D.E.A (Sekretaris Badan Litbang Pertanian)

Sambutan Kepala Balitbangtan di wakili oleh Dr. Ir. Haris Syahbuddin, D.E.A (Sekretaris Badan Litbang Pertanian)

Dr. Ir. Haris Syahbuddin, D.E.A. sebagai narasumber pertama menyampaikan tentang “Pengelolaan IP2TP Badan Penelitian Dan Pengembangan Yang Maju, Mandiri, dan Modern”. Teknologi dan inovasi hasil Balitbangtan harus memiliki karakter: Maju (teknologi dan inovasi pertanian yang maju untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan daya saing), Mandiri (teknologi dan inovasi untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri (pangan mandiri)), dan Modern (teknologi dan inovasi yang sejalan dengan revolusi industri 4.0, sesuai kebutuhan, bernilai ekonomi tinggi, produktivitas tinggi, ramah lingkungan dan berkelanjutan). Permasalahan umum IP2TP antara lain: sumberdaya yang terbatas meliputi sumber daya manusia, sarana, dan anggaran, akses tidak mudah, kurang relevannya biofisik lahan, dan gangguan keamanan. Sehingga perlu dilakukan optimalisasi IP2TP dengan peningkatan kapasitas (anggaran, SDM, sarana dan prasarana) serta optimalisasi sebagai tempat utama penelitian dan pengkajian.

Tiga materi selanjutnya disampaikan oleh Iksan Kusnindar, SE tentang “Pengelolaan Barang Milik Negara sebagai Aset Negara secara Benar Sesuai Peraturan yang Berlaku (PP Nomor 27 Tahun 2014 jo. PP Nomor 28 Tahun 2020)”, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. yang memberikan wawasan mengenai “Strategi Mengembangkan Agro Edu Wisata”, serta “Manajemen dan Tata Kelola Instalasi Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian” yang disampaikan oleh Bekti Subagja, A.Pi., M.Si.

Pada sesi diskusi, para peserta cukup antusias menyampaikan pertanyaan, permasalahan, dan aspirasi mengenai pengelolaan IP2TP kepada para narasumber, antara lain: SOP berbagai macam kerjasama, perlu role model untuk saling belajar; rambu-rambu untuk upgrading IP2TP menjadi Agro Edu Wisata (AEW); aspek yang belum jelas payung hukumnya, seperti komoditas yang bukan tupoksi; dan kondisi IP2TP dari berbagai daerah di Indonesia yang perlu diselaraskan untuk mendukung program Kementan. Webinar ditutup dengan penyampaian poin-poin penting, yaitu: (1) IP2TP perlu memikirkan strategi yang komprehensif, tidak hanya melaksanakan riset reguler, mulai memikirkan sisi hilirisasi bahkan komersialisasi, (2) Perlunya penyamaan visi dan persepsi dari atas hingga bawah, (3) Untuk menjadi AEW, masing-masing IP2TP harus mampu memetakan potensinya, dan (4) Pengelolaan IP2TP tetap tertib administrasi, tertib hukum dan tertib pengelolaan.

WR

gita2
gita3 gita4
Sesi diskusi (atas) dan peserta Webinar GITA Series # 1 (bawah)