Berita » Workshop dan Pengukuhan Pemuda Tani Indonesia

Bertempat di Hotel Surabaya City Resort, 8 Oktober 2021, dilakukan Workshop Pemuda Tani Indonesia. Balitkabi (Imam Sutrisno, S.P., M.M.) hadir pada acara tersebut. Bersamaan dengan pelaksanaan workshop tersebut, Menteri Pertanian RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H., mengukuhkan Daeng Jamal, sebagai Komando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia (KKT-PTI).

Penjabaran Ketua KKT-PTI kepada Menteri Pertanian SYL

Penjabaran Ketua KKT-PTI kepada Menteri Pertanian SYL

Daeng Jamal menyampaikan bahwa sudah waktunya generasi muda berperan dalam pertanian nasional, petani milenial tentu memiliki semangat, kekuatan, dan pengetahuan yang prima. Harapannya pada empat tahun kedepan, bersama Kementerian Pertanian, ditargetkan tercipta satu juta petani milenial, yang akan menjadi zona program terintegrasi teknologi pertanian KKT-PTI.

Penyerahan bendera komando dan penyematan tanda peserta Workshop KKT-PTI

Penyerahan bendera komando dan penyematan tanda peserta Workshop KKT-PTI

Mentan SYL menyemangatinya dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, bersama-sama seluruh peserta workshop. Ditegaskan oleh SYL bahwa acara ini merupakan wadah konsolidasi emosional, supaya ada guna bagi bangsa dan negara Indonesia, untuk kepentingan keberlangsungan anak cucu kita Bangsa Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan perlunya program pertanian yang dilakukan bersama oleh pemerintah dan bangsanya, berupa

  1. Membuka lapangan kerja usaha tani secara luas (budi daya, pemasaran, industri)
  2. Peningkatan ekonomi Indonesia, khususnya pelaku usaha tani
  3. Membangun masyarakat tentram / damai, berkarya, beradab
  4. Terus menciptakan perdamaian, walaupun masih banyak beda pandangan, beda jalan / cara, beda budaya / suku, namun tetap ideologi Pancasila
  5. Tumbuhnya Entrepreneur baru bidang pertanian menuju orang yang berada / sejahtera

Kita bukan hanya kumpul – kumpul, tapi petani milenial mampu menghasilkan produk pertanian, baik budidaya, pengelolaan hasil, maupun pemasaran secara profesional. Sebagai contoh, menanam 1 ha jagung dengan modal 4–5 juta dengan hasil 5 ton, dengan harga jagung saat ini Rp 5.000/kg, akan memperoleh keuntungan 20 juta setelah dikurangi modal. Sebenarnya dengan modal petani berupa kemauan dan semangat tinggi, kita akan sejahtera”, ujar SYL.

Mengakhiri sambutannya, Mentan SYL akan mengontrol kemajuan seluruh wilayah setelah 100 hari sejak pengukuhan KKT-PTI hari ini.

berita-211012-workshoppetani-c

IS