Berita » Workshop Implementasi dan Perencanaan Kegiatan RPIK Balitbangtan Tahun 2021

Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menyelenggarakan workshop implementasi dan perencanaan kegiatan Riset dan Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) Balitbangtan tahun 2021, di Alana Hotel and Converence Center Malioboro, Yogyakarta, pada 2-5 Juni 2021. Workshop dihadiri oleh sekitar 173 peserta yakni Kepala Pusat/Balai Besar sebagai pelaksana harian dan penanggung jawab kegiatan RPIK, Kepala BPTP dan Kepala Balit pelaksana RPIK, kordinator program dan evaluasi, tim coaching, dan pengelola anggaran (PPK, PUMK) serta menghadirkan dua narasumber, yaitu Bappenas dan Direktorat Jenderal Anggaran. Tim RPIK dari Balitkabi terdiri dari Kepala Balitkabi (Dr. Ir. Titik Sundari, MP.), tim RPIK porang (Dr. Yuliantoro Baliadi, Eriyanto Yusnawan, PhD., dan Siti Mutmaidah, S.P.), tim RPIK ubijalar (Dr. Yusmani Prayogo dan Marida Santi Yudha IB, S.P., M.Agr.), dan tim RPIK kedelai (Intarti, S.P.).

Sekretaris Balitbangtan, Dr. Haris Syahbuddin, DEA mengawali acara dengan menyampaikan seputar kegiatan RPIK, yang merupakan program atau kegiatan litbangjirap pertanian prioritas, tematik, strategis, inovatif, dan terpadu yang ditetapkan berdasarkan kebijakan Kepala Balitbangtan dan dilaksanakan secara kolaboratif oleh UK/UPT Balitbangtan dan atau dengan melibatkan lembaga litbang lain, serta Perguruan Tinggi maupun stake holder. Dalam kesempatan ini, Dr. Haris menyampaikan tujuan diselenggarakannya workshop, yaitu untuk melaporkan kemajuan pelaksanaan RPIK, menyusun butir kegiatan pelaksanaan RPIK yang on going, menyusun target serapan, dan menyinkronkan serta menyamakan persepsi dalam pengelolaan anggaran. Selanjutnya, beliau juga menyebutkan bahwa pelaksanaan RPIK yang dilaksanakan di 24 lokasi adalah berbasis komoditas dengan teknologi yang kuat dari hulu ke hilir, serta melibatkan satker terkait internal Balitbangtan dan atau PT/Pemda. Dalam RPIK ini, aspek diseminasi menjadi faktor penting serta melibatkan off-taker dan petani milenial, serta menghasilkan produk yang diharapkan.

Workshop RPIK mengetengahkan topik kebijakan RPIK dalam perspektif pembangunan nasional (Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas) dan pengelolaan anggaran dalam riset kolaboratif (Direktur Ekotim, DJA, Kemenkeu). Workshop dibuka oleh Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. Dalam paparannya beliau menyampaikan apresiasinya terhadap peneliti, penyuluh serta staf-staf Balitbangtan terutama yang ada di daerah yang telah memiliki semangat juang yang tinggi. Beliau juga menyampaikan dukungannya terhadap seluruh staf Balitbangtan untuk melaksanakan kegiatan RPIK. Kedepannya, semua VUB dan teknologi yang sudah dihasilkan harus di diseminasikan dan dihilirisasi secara masif agar dapat diadopsi dan digunakan oleh pengguna (user) atau petani. Kepala Balitbangtan juga menekankan bahwa dalam kondisi anggaran yang terbatas, peneliti tidak boleh hanya menunggu bola melainkan harus berupaya untuk menjemput bola karena ada target-target yang harus dipenuhi atau dihasilkan. Beliau menambahkan bahwa untuk tercapainya target yang telah ditetapkan maka jangan hanya berpikir biasa, tetapi harus berpikir luar biasa dengan merancang program yang belum pernah dilakukan sebelumnya (program legesi) yang mampu berdampak luas pada masyarakat serta perlu kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran agar output tercapai.

RPIK harus menjadi ruh untuk Balitbangtan secara keseluruhannya. Bagaimana saatnya mengekspose peneliti untuk tidak bergerak sendiri-sendiri, melainkan perlu adanya kolaborasi secara multi disiplin, interdisiplin, dan transdisiplin. Kepala Balitbangtan juga menyampaikan bahwa akan dimulai RPIK “spec loc” yaitu RPIK yang dilaksanakan di setiap provinsi berupa pengembangan kawasan atau model yang didesain sesuai kondisi lokasi dan tetap bermuara pada RPIK nasional. Kedepannya, sebagai tantangan peneliti Balitbangtan, perlu dirancang RPIK Internasional yang melibatkan beberapa negara yang memberikan dampak positif bagi nasional.

Penyampaian progres kemajuan kegiatan RPIK disampaikan oleh masing-masing penjab/pelaksana harian RPIK secara paralel yang di moderatori oleh Dr. Haryono dengan presentasi sebagai berikut; (1) RPIK Tanaman Pangan, (2) Pengembangan Pertanian Adaptif Berbasis Inovasi pada Berbagai Tipe Agroekosistem, (3) Pengembangan Tanaman Pangan Rempah dan Obat Fitofarmaka/Tradisional + Tebu, (4) Pengembangan Pertanian Modern dan Berkelanjutan, (5) Nilai Tambah dan Daya Saing + Bawang Putih, (6) Kemandirian Pakan Berbasis Sumberdaya Lokal + Sapi, (7) Pengembangan Model Agroindustri Pangan Lokal Inovatif Mendukung Ketahanan Pangan dan Peningkatan Nilai Tambah.

Acara pembukaan workshop RPIK

Acara pembukaan workshop RPIK

Peserta workshop RPIK

Peserta workshop RPIK

MSYIB / YP