Berita » Workshop Pengembangan Model Kawasan Mandiri Benih Tanaman Pangan

Indonesia memiliki peluang cukup besar untuk meningkatkan produksi pangan, yang dapat ditempuh melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam ke lahan suboptimal, seperti lahan sawah tadah hujan, lahan kering, lahan rawa pasang surut, dan peningkatan indeks pertanaman. Dalam hal ini diperlukan inovasi teknologi yang mampu meningkatkan dan menstabilkan produktivitas tanaman pangan secara berkelanjutan. Peran benih memegang peran penting dalam upaya peningkatan produktivitas maupun produksi pangan: Padi, Jagung dan kedelai. Dukungan peningkatan produktivitas tanaman pangan tidak lepas dari peran varietas unggul yang sudah jelas spesifik karakter yang di punyai varietas unggul, seperti produktivitas, umur panen, ketahanan terhadap cekaman biotik maupun abiotik dll. Dalam pengembangan dan peningkatan produksi tanaman pangan masih sering terkendala oleh permasalahan benih (ketersediaan benih baik kuantitas maupun kualitas, varietas yang tidak sesuai dengan preferensi petani). Oleh karena itu pada era Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pertanian memprogramkan 1000 desa mandiri benih (sementara untuk padi). Dalam rangka mendukung program mandiri benih dan 1000 desa Mandiri benih padi, Balitbangtan melaksanakan Workshop model kawasan mandiri benih tanaman pangan yang di selenggarakan di Ciawi pada tanggal 15–16 September 2015, yang diikuti sekitar 80 orang yang terdiri dari Peneliti/Penyuluh, pengelola UPBS Balit/BPTP. Nara sumber dari Direktorat Perbenihan, Balitbangtan, BBP2TP, Balit komoditas tanaman pangan. Materi yang di bahas: 1) Kemajuan Pengembangan 1000 Desa Mandiri Benih dan Rencana kegiatan 2016, 2) Pengembangan system informasi perbenihan: i-UPBS, 3) Penguatan kelembagaan penangkar mandiri benih PJK, 4) Distribusi benih dan pelaksanaan pengembangan Model Kawasan Mandiri Benih padi, jagung dan kedelai, dan 5) Pelaksanaan kegiatan pengembangan Model Kawasan Mandiri benih di tiga provinsi. Kepala Badan Litbang Pertanian yang di wakili oleh kepala BBP2TP Dr. Basit mengatakan bahwa Balitbangtan telah banyak mengambil langkah dalam rangka untuk mendukung terwujudnya kedaulatan pangan melalui: varietas unggul, penyediaan benih unggul, teknologi spesifik lokasi, teknologi pasca panen dan program2 untuk mendukung kemandirian benih dan kedaulatan pangan. Banyak varietas unggul baru yang telah dihasilkan namun masih belum banyak varietas-varietas unggul baru tersebut yang ditanam petani dan oleh karena itu diseminasi varietas unggul spesifik lokasi perlu di kembangkan. Dalam rangka program kemandirian benih perlu di rumuskan arti mandiri benih, apakah 1) mandiri benih pribadi petani (petani menyiapkan benih sendiri), 2) desa mandiri benih, dan 3) kawasan mandiri benih. Tidak kalah pentingnya adalah organisasi/lembaga penyebaran benih. Workshop Pengembangan Model Kawasan Mandiri Benih Tanaman Pangan di Ciawi, Balitkabi ikut berperan dalam menyampaikan Distribusi Benih dan Pendampingan Pelaksanaan Pengembangan Model Kawasan Mandiri Benih Kedelai yang disampaikan oleh Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo yang didampingi oleh Prof. Dr. Marwoto dan Ir. Sri Wahyuni Indiati, M.S.


Pembukaan Workshop Model Mandiri Benih Tanaman Pangan di Ciawi, di buka oleh Kepala Balitbangtan
yang di wakili oleh Dr. Abdul Basit Kepala BBP2TP dan Peserta Workshop.


Kepala Balitkabi, menyampaikan materi Distribusi Benih dan
Pendampingan Pelaksanaan Pengembangan Model Kawasan Mandiri Benih Kedelai.

Mwt