Berita » Wujudkan Kacang Hijau menjadi Dolar

Temu lapang kacang hijau di Desa Ganggang Panjang, Kec. Tanggulangin, Kab. Sidoarjo

Temu lapang kacang hijau di Desa Ganggang Panjang, Kec. Tanggulangin, Kab. Sidoarjo

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jawa Timur mengadakan Temu Lapang Petani (FFD) Pengembangan Kacang Hjau di Kelompok Tani Sumber Makmur III di Desa Ganggang Panjang, Kec. Tanggulangin, Kab. Sidoarjo pada hari Senin 7 Oktober 2019. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program bantuan pengembangan kacang hijau oleh Pemprov. Jawa Timur yang diberikan kepada petani kacang hijau di desa ini. Acara temu lapang dihadiri oleh petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jawa Timur, Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kab. Sidoarjo, Inspektorat Prov. Jawa Timur, Kepala Desa Ganggang Panjang, Balitkabi, Eksportir kacang hijau PT. Aman Buana Putera, POPT, PPL, serta Kelompok Tani Sumber Makmur III.

Temu lapang mengambil lokasi strategis di samping hamparan tanaman kacang hijau. Seluas dua (2) ha tanaman Vima 1 telah siap panen, berdampingan pertanaman petani yang menggunakan varietas lokal. Acara dibuka oleh Ir. Nurwantiningsih, Kabid. Produksi Tanaman Pangan dan Perkebunan, Distanpang dan Perkebunan, Kab. Sidoarjo. Disampaikan Nurwantiningsih agar acara ini dimanfaatkan oleh petani untuk menggali informasi sebanyak mungkin dari narasumber yang hadir.

Kusworo selaku Kasi Akabi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur menyampaikan jika perhatian Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terhadap peningkatan produksi tanaman pangan sangat besar. Salah satunya adalah berupa bantuan benih dan sarana produksi pada sentra kacang hijau di Kec. Tanggulangin. Bantuan benih kacang hijau varietas Vima 1 sebanyak 60 kg, pupuk NPK 500 kg serta pupuk kandang 2 ton, telah menghasilkan pertanaman kacang hijau seluas 2 ha yang dilakukan Kelompok Tani Sumber Makmur III Desa Ganggang Panjang, Tanggulagin Sidoarjo. Bantuan benih dan pupuk ini dimaksudkan menjadi pancingan bagi petani untuk mengusahakan kacang hijau lebih baik lagi menggunakan benih varietas unggul karena peluang pemasaran terbuka luas. “Bertanam kacang hijau dapat menjadi dolar,” kata Kusworo. Hal ini beralasan karena pada kesempatan ini juga dihadirkan Bapak Toni Eksportir kacang hijau dari PT. Aman Buana Putera dari Kalianak Surabaya.

Sekilas profil kacang hijau di Jawa Timur disampaikan oleh Distan dan Ketahanan Prov. Jawa Timur. Luas panen kacang hijau di Jawa Timur sekitar 66.498 ha dengan varietas dominan Murai, Perkutut, Sampeong, Kutilang, Vima 1, Vima 2, dan Vima 3. Prakiraan ketersediaan kacang hijau di Jawa Timur digambarkan dengan jumlah penduduk 39.085.167 jiwa, konsumsi per kapita per tahun 0,44 kg, konsumsi total Jawa Timur 17.199 ton, dengan prakiraan produksi dalam setahun 21.917 ton maka diperoleh surplus 4.797 ton. Berdasarkan data PDPS komoditi kacang hijau per 3 Oktober 2019 untuk bulan Januari – Agustus 2019 luas panen kacang hijau di Jawa Timur mencapai 21.040 ha, produktivitas 11,56 ku/ha serta produksi 24.322 ton.

Vima 1 (kiri) dan varietas lokal yang terserang virus kuning (kanan) di Desa Ganggang Panjang, Kec. Tanggulangin, Kab, Sidoarjo.

Vima 1 (kiri) dan varietas lokal yang terserang virus kuning (kanan) di Desa Ganggang Panjang, Kec. Tanggulangin, Kab, Sidoarjo.

Sumbangan ekspor kacang hijau dari Jawa Timur di tahun 2018 mencapai 14.255.838,50 kg dengan nilai 13.242.188,44 US $. PT Aman Buana Putera salah satu eksportir kacang hijau dari Surabaya juga dihadirkan dalam temu lapang ini. “Kami masih kekurangan pasokan kacang hijau untuk ekspor ke Philipina yang perbulan menghendaki 100 – 200 ton kacang hijau, bahkan kami menolak permintaan India karena barang tidak ada,” kata Toni Eksportir kacang hijau dari PT. Aman Buana Putera. Disampaikan pula kriteria kacang hijau yang bisa diterima adalah ukuran biji diameter minimal 3 mm, berwarna biji kusam, penampilan fisik bagus, bersih serta cukup kering. Untuk harga pihak eksportir akan menyamakan dengan harga di pasar.

Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur III Bapak Sakur menyampaikan jika petani tertarik pada Vima 1 yang mempunyai keunggulan panen serempak, dibandingkan yang ditanam petani harus panen tiga – empat kali. Meski demikian Sakur mengharapkan ada perbaikan ukuran biji pada Vima 1 karena varietas lokal yang ditanam petani memiliki ukuran biji lebih besar. Petani biasa mendapatkan benih dari pasar atau pemilihan dari tanaman mereka sendiri. Selain itu petani juga mengharapkan harga jual kacang hijau bisa lebih tinggi lagi karena ketika panen raya harga menjadi kurang dari Rp. 14.000, 00 per kg. Keluhan petani juga disampaikan menyebarnya virus kuning yang menyerang pertanaman kacang hijau varietas lokal polong coklat.

Demfarm hanya dipisahkan oleh parit dari tenda pertemuan FFD. Terlihat hamparan pertanaman kacang hijau monokultur yang siap panen. Pada varietas lokal polong coklat ditemukan serangan virus kuning. Warna polong muda yang seharusnya berwarna hijau, berubah menjadi kuning, pertumbuhan tidak normal, polong melengkung selanjutnya biji tidak berkembang sempurna. Disampaikan oleh Ir. Zulkarnain Fitri, Kasi Produksi Tanaman Pangan, Distanpang dan Perkebunan Kab. Sidoarjo, sudah waktunya Kecamatan Tanggulangin atau bahkan Sidoarjo untuk mengganti varietas kacang hijau. Karena sejak dua tahun yang lalu hingga sekarang masih ditemui virus kuning terutama pada kacang hijau berpolong coklat. Vima 1 yang ditanam hari ini menunjukkan keragaan pertumbuhan dan produksi yang cukup baik di Desa Ganggang Panjang. Lebih lanjut Fitri menyampaikan jika pada awalnya petani ragu-ragu menerima bantuan benih Vima 1, tetapi mengamati keragaan tanaman yang sehat, polong banyak serta masak serempak petani dapat menilai sendiri keunggulan dari varietas ini.

Pemaparan materi oleh narasumber Balitkabi (kiri) dan peserta temu lapang di Desa Ganggang Panjang, Tanggulangin, Sidoarjo

Pemaparan materi oleh narasumber Balitkabi (kiri) dan peserta temu lapang di Desa Ganggang Panjang, Tanggulangin, Sidoarjo

Narasumber dari Balitkabi Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu, menyampaikan beberapa keunggulan varietas kacang hijau yang telah dirilis Balitbangtan. Pemilihan varietas kacang hijau hendaknya selalu disesuaikan dengan keinginan pasar. Penambahan pupuk organik menjadi keharusan pada budi daya kacang hijau, karena menurut Distanpang dan Perkebunan Kab. Sidoarjo kadar C-organik lahan pertanian kawasan Sidoarjo kurang dari 2%. Untuk pengendalian virus kuning, dilakukan dengan penggantian varietas disarankan menggunakan VUB serta tetap menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Diskusi hangat dan menarik dilanjutkan di tenda pertemuan setelah turun ke sawah mengamati pertanaman kacang hijau di area demfarm. Dari diskusi teridentifikasi beberapa permasalahan seperti : keinginan petani mendapatkan benih varietas kacang hijau yang berbiji besar dengan panen serempak dan tahan virus kuning, petani ingin bermitra dengan eksportir dengan jaminan harga yang layak apalagi jika dapat diusahakan pinjaman sarana produksi. Pihak eksportir menyatakan belum dapat memenuhi harapan petani untuk bermitra dengan pinjaman ataupun perjanjian pra tanam. Pihak eksportir mengharapkan produksi kacang hijau sesuai kriteria yang telah ditetapkan, dan akan dibeli jika terjadi kesepakatan harga.

Dalam kegiatan ini hadir pula perwakilan Inspektorat Prov. Jawa Timur, bertugas sebagai pengawas dan pembina terhadap pelaksanaan program pemerintah provinsi di daerah. Asprinto dari Inspektorat Prov. Jawa Timur menyampaikan jika program bantuan benih dan sarana produksi kacang hijau di Desa Ganggang Panjang telah sesuai, dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Di akhir acara Kusworo menyampaikan jika program kacang hijau di tahun 2020 tetap mendapatkan porsi pengembangan yang cukup luas hingga 200 ha, untuk itu dukungan benih berkualitas mendesak untuk segera diatasi. Dilanjutkan oleh Zulkarnain Fitri, Distanpang dan Perkebunan Kab. Sidoarjo jika permintaan terhadap kacang hijau semakin meningkat, dukungan pemerintah sangat besar, tersedia VUB dan teknologi budi daya unggul kacang hijau dan disertai doa penutup semoga petani lebih bersemangat berusahatani kacang hijau serta petani semakin sejahtera dengan bertanam kacang hijau.
RDP