Booklet » Patogen Cendawan dan Virus Terbawa Benih Kedelai

patogen-kedelai

Kedelai merupakan komoditas pangan ketiga di Indonesia setelah padi dan jagung. Produksi kedelai dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 24% dari total kebutuhan kedelai Indonesia. Rata-rata kebutuhan kedelai Indonesia sekitar 2,8 juta ton per tahunnya.

Dalam lima tahun terakhir, terjadi trend penurunan produksi kedelai dalam negeri, yaitu dari 0,96 juta ton pada tahun 2015, turun hanya 0,32 juta ton pada tahun 2020, sehingga produksi kedelai harus ditingkatkan mengingat tingkat konsumsi per kapita naik sebesar 3,73% pada kurun waktu 2014-2018. Selain faktor keterbatasan luas lahan, harga dan minat petani menanam kedelai, salah satu faktor penghambat utama pengembangan kedelai adalah adanya serangan oleh kompleks hama dan patogen penyebab penyakit.

Buku ini memuat patogen penyebab penyakit terbawa benih pada tanaman kedelai yang terdiri dari kelompok cendawan dan virus. Terdapat lima cendawan yang diuraikan di dalam buku ini yaitu: Fusarium incarnatum, Cercospora kukichii, Phomopsis sp, Colletotrichum truncatum, dan Peronospora manshurica. Sedangkan dari kelompok virus yaitu: Cowpea Mild Mottle Virus (CpMMV), Soybean Mosaic Virus (SMV), Cucumber Mosaic Virus-S (CMV-S) atau Soybean Stunt Virus (SSV), dan Peanut Stripe Virus (PStV).

Buku ini terbit karena pentingnya kesehatan benih bagi tanaman kedelai. Patogen yang menyerang tanaman di lapang dapat terbawa sampai ke benih mengikuti aliran air dan nutrisi di dalam tanaman, serta patogen tersebut dapat bertahan dalam benih pada bagian yang dapat terlihat dan tidak terlihat oleh mata (harus dengan bantuan mikroskop). Selanjutnya patogen yang berada dalam benih akan menjadi sumber inokulum primer bagi pertanaman kedelai di musim berikutnya.

Download