Info Teknologi ┬╗ Be-Bas, Biopestisida Efektif Mengendalikan Hama Penggerek Ubijalar

Be-Bas merupakan produk formulasi biopestisida berbentuk tepung (powder) yang mengandung bahan aktif konidia cendawan entomopatogen Beauveria bassiana.Be-Bas sangat efektif membunuh larva Cylas formicarius, ditandai dengan mortalitas diatas 90%. Selain itu, Be-Bas juga toksik terhadap stadia telur dan imago C. formicarius. Keunggulan produk Be-Bas adalah bersifat ovisidal (membunuh stadia telur serangga). Telur C. formicarius yang terinfeksi Be-Bas tidak akan menetas dengan persentase diatas 90%, ditandai dengan kolonisasi cendawan Be-bas pada seluruh permukaan kulit telur (chorion). Be-Bas juga bersifat ovisidal terhadap beberapa jenis telur dari ordo Coleoptera, Hemiptera, Homoptera, dan Lepidoptera. Tingginya efikasi Be-Bas karena biopestisida ini menghasilkan berbagai jenis toksin antara lain; beauvericin, bassiacridin, bassianin, oosporin, tenellin, beauverolide, dan bassianolide.

infotek_19-1-2017-a

Biopestisida Be-Bas dalam bentuk powder.

Proses etiologi cendawan B. bassiana dari bahan aktif produk Be-Bas terjadi dalam empat tahap: (1) Inokulasi, konidia yang terkandung dalam Be-Bas menempel pada integument serangga inang. Tahapan ini, konidia membentuk tabung kecambah (germ tube) dan mengeluarkan enzim kitinase, protease, maupun lipase yang berfungsi untuk mendegradasi lapisan kutikula serangga, (2) Penetrasi, yaitu tabung kecambah menembus lapisan kutikula serangga dan tabung kecambah berkembang membentuk haustorium yang berfungsi untuk mengabsorbsi makanan. Sumber makanan yang ada di dalam tubuh serangga bagi cendawan entomopatogen adalah darah (haemolimf) yang mengandung karbohidrat, protein maupun lemak, (3) Haustorium (tabung kecambah) berkembang membentuk miselia menyebar ke seluruh rongga di dalam tubuh (hemosoel). Berkembangnya waktu maka miselium memenuhi seluruh hemosoel, pada kondisi ini pH dalam darah serangga meningkat tajam yang diakhiri dengan kematian serangga. Miselium menembus lubang alami serangga seperti trakea, atau spirakel, miselium tumbuh keluar dan mengkolonisasi seluruh permukaan tubuh serangga, (4) Tahap terakhir adalah cendawan membentuk konidia yang digunakan sebagai alat diseminasi untuk menginfeksi inang baru.

Rentang waktu empat hari setelah aplikasi (4 HSA), Be-Bas dapat membunuh larva C. formicarius. Larva C. formicarius yang mati terinfeksi oleh Be-Bas  ditandai dengan kolonisasi miselia berwarna putih, menyelimuti seluruh tubuh serangga, sehingga tubuh serangga kelihatan seperti mumi (mummification).

Pengujian aplikasi produk Be-Bas untuk mengendalikan hama penggerek umbi di lapangan dengan berbagai metode aplikasi menunjukkan bahwa aplikasi melalui lubang tanam, ditambah perendaman stek ubijalar selama 30 menit sebelum ditanam dan dilanjutkan aplikasi semprot mulai umur tanaman 2 minggu sampai 12 minggu dengan interval penyemprotan dua minggu dapat menekan kerusakan umbi hingga 90%. Aplikasi insektisida kimia masih ditemukan kerusakan umbi hingga mencapai 80%, bahkan umbi sudah tidak layak dikonsumsi karena seluruh daging umbi rusak digerek larva.

Ditinjau dari efikasi biopestisida Be-Bas dalam mengendalikan hama penggerek umbi pada seluruh stadia dan berbagai jenis hama, maka biopestisida Be-Bas yang mengandung cendawan B. bassiana memiliki potensi yang tinggi untuk digunakan sebagai agens pengendalian hayati sebagai pengganti efikasi insektisida kimia.

 

infotek_19-1-2017-b

 

Efikasi biopestisida Be-Bas dalam membunuh stadia telur C. formicarius.

infotek_19-1-2017-c

Larva C. formicarius mati terkolonisasi miselia cendawan B. bassiana dari produk biopestisida Be-Bas.

infotek_19-1-2017-d

Kerusakan umbi tergerek larva C. formicarius (aplikasi insektisida kimia) (kiri),
umbi ubi jalar yang diberi aplikasi biopestisida Be-Bas (kanan).

infotek_19-1-2017-e

Efikasi Be-Bas dalam membunuh larva C. formicarius.

 

Yusmani Prayogo