Info Teknologi » Galur Harapan Kacang Tanah Berkadar Lemak / Protein Tinggi

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) memegang peran cukup penting dalam beberapa industri pangan karena kandungan nutrisi dalam biji, dan tekstur biji kacang tanah yang mudah dicerna / larut, sehingga sangat baik untuk industri selai kacang, roti, dan kue kering.

Minyak dalam biji kacang tanah mengandung asam lemak oleat dan asam linoleat yang berpengaruh nyata pada aroma serta dapat memperpanjang daya simpan. Kacang tanah termasuk tanaman herba semusim, biji kacang tanah mengandung minyak dan protein yang kaya akan mineral (fosfor, kalsium, magnesium, kalium, dan vitamin), sehingga kacang tanah sangat baik sebagai sumber pangan dan pakan ternak (Ayoola dan Adeyeye 2010).

Biji kacang tanah rata-rata mengandung 44% minyak. Angka tersebut bervariasi antar varietas, antara 42-63% bk. Kandungan selain minyak adalah 25% protein pada kisaran 24-36% bk, sehingga kacang tanah berpeluang menjadi komoditas yang cukup potensial untuk dijadikan sumber minyak (Adegoke et al. 2014).

Di Cina, lebih dari 50% produksi kacang tanah dipergunakan dalam industri minyak kacang. Setelah minyak diekstrak dari biji, biji kacang menjadi bahan industri pangan yang kaya protein (50-55% bk).

Kandungan minyak berasosiasi dengan ukuran biji, akan tetapi kacang tanah jenis biji besar lebih disukai sebagai bahan industri olahan / confectionary, sedangkan untuk industri minyak ukuran biji tidak terlalu penting (Wang et al. 2014).

Satu dari empat target pembangunan pertanian adalah peningkatan diversifikasi pangan. Komoditas kacang tanah sangat sesuai untuk mendukung program diversifikasi pangan karena:

  1. Kacang tanah potensial menjadi sumber gizi yang kaya lemak, protein, dan karbohidrat dimana pada setiap 100 g biji kacang tanah mengandung 452 kkal energi, 43 g lemak, 25 g protein, 21 g hidrat arang, 58 mg kalsium, 335 mg fosfor, 1,3 mg besi, 0,3 mg vitamin B, 3 mg vitamin C dan 4 g air (Kumar dan Shankar 2013)
  2. Sebagai sumber protein nabati dengan harga jauh lebih murah dibandingkan sumber protein hewani. Dengan demikian, kacang tanah akan menjadi sumber pangan bergizi tinggi, kaya lemak dan protein, harga murah dan terjangkau bagi masyarakat umum.

Varietas-varietas unggul kacang tanah yang sekarang ada memiliki kadar lemak pada biji antara 40-49% bk, dan kadar protein antara 18-32% bk. Kadar lemak pada biji yang terendah pada varietas Takar 2 dan tertinggi varietas Talam 3, sedangkan kadar protein terendah pada varietas Tala 2 dan tertinggi pada varietas Takar 2.

Pembentukan populasi menggunakan tetua varietas unggul nasional (Bima, galur biji 3), varietas lokal (Lokal Papua), dan varietas introduksi (ICGV 99030, ICGV 93041) telah dilakukan pada tahun 2015.

Sampai dengan tahun 2019, berhasil terseleksi sejumlah galur harapan dengan kadar lemak pada biji berkisar antara 50,5 – 52,7 g/bk, yaitu galur (Bi-Sl/ UM 18)-33 dan (Bi-Sl/ UM 18)-40 yang memiliki warna kulit ari biji merah, galur (BM/IC-154-2/RK 39)-39 dan (BM/IC-154-2/RK 39)-44 warna kulit ari ungu, galur (BM/IC-154-2/UM 18)-32, (Bi-Sl/UM 18)-34, (Bi-Sl/RK 39)-36, (BM/IC-631-8/ UM 18)-38, (BM/IC-154-2/UM 18)-31, dan galur (Bi-Sl/UM 18)-35 memiliki warna kulit ari merah muda (rose).

Gambar 1. Keragaan biji dan warna kulit ari biji galur kacang tanah

Gambar 1. Keragaan biji dan warna kulit ari biji galur kacang tanah

Galur yang memiliki kadar protein pada biji berkisar dari 28,1 – 29,6 g/bk diantaranya adalah galur (BM/IC-154-2/Lokal Papua)-43, (BM/IC-631-8/Lokal papua)-37, (Bi-Sl/ Lokal Papua)-42 dan (BM/IC-631-8/RK 39)-64 dengan kulit ari biji berwarna merah, serta galur (BM/IC-154-2/Lokal Papua)-45 dengan warna kulit ari merah muda (rose) (Gambar 1).

Produktivitas rata-rata galur pada kisaran 2,1 – 3,2 t/ha polong kering, galur tersebut diatas sebagian termasuk tipe Spanish (1 polong 2 biji) dan dan sebagian tipe Valencia (3-4 biji/polong) (Gambar 2). Galur dengan rata-rata hasil >3,0 t/ha polong kering layak diunggulkan, disamping provitasnya yang tinggi juga tahan penyakit layu bakteri, agak tahan penyakit bercak dan karat daun.

Gambar 2. Tipe Valencia dan tipe Spanish polong kacang tanah

Gambar 2. Tipe Valencia dan tipe Spanish polong kacang tanah

Umur masak bervariasi antara 93-96 hari, tinggi tanaman antara 53-67 cm, jumlah polong rata-rata antara 25-48 polong per tanaman, dengan bobot biji berkisar 38,8 – 57,6 g/100 biji (Tabel 1).

Tabel 1. Galur kacang tanah berkadar lemak/protein tinggi tahan penyakit utama
Genotipe Protein Lemak PK (t/ha) Bck pnn Krt.pnn LY/plt 100 BJ (g)
(BM/IC-154-2/RK 39)-44  26,91  52,79  2,1f-g  3,3 abc  2,8bc  1,3bc  46,8d-f
(BI-SL/UML 18)-35  26,91  52,58  2,3c-g  3,1 abc  3,2 abc  1,5bc  38,8g-h
(BI-SL/RK 39)-36  26,03  50,60  3a-d  3,2 abc  4 abc  1,9 abc  49,0c-f
(BI-SL/UML 18)-34  27,33  50,30  3b-g  3bc  3,2 abc  1,3bc  55,8a-c
(BM/IC-631-8/UML 18)-38  27,38  50,17  3,1a-b  3,3 abc  3,2 abc  1,8 abc  57,0a-b
(BM/IC-154-2/UML 18)-31  26,44  50,05  3,2a  2,7a  3,2 abc  1,6bc  57,6a-b
(BI-SL/L.Papua)-42  29,60  48,36  3,1a-b  3,7 abc  3,7 abc  2 abc  52,4a-d
(BM/IC-154-2/L.Papua)-45 28,91 50,20 2,6a-f 2,8bc  3,8 abc  1,8 abc  39,0g-h
(BM/IC-154-2/L.Papua)-43  28,75  48,64  2,9a-c  3,5 abc  3,7 abc  1,8 abc  44,8e-g
(BM/IC-631-8/L.Papua)-37 28,12 48,53 2,4d-g 3,8 abc 3,7 abc 1,7 abc 43,8f-h
(BM/IC-631-8/RK 39)-46 27,39 49,31 2,9a-e 3,8 abc 4,5a 1,8 abc 51,2b-e
(BM /IC-631-8) / RK 39)-64 27,06 49,03 2,4c-g 3,2 abc 3,3 abc 1,7 abc 55,8a-c
(BI-SL/UML 18)-33 27,05 50,58 2,7a-f 3,5abc 3,5 abc 1,2c 44,8f-g
(BM/IC-154-2/RK 39)-39 27,05 50,60 2,4c-g 2,5c 2,7c 1,3bc 44,0f-h
(BM/IC-154-2/UML 18)-32 26,65 50,44 2,5b-g 3bc 3,3 abc 1,6bc 59,2a
(BI-SL/UML 18)-40 26,08 50,70 2,3c-g 3,5 abc 4,5a 2,5ab 46,2d-f
Keterangan: PK=Polong kering; Bck pnn=Skor penyakit bercak saat panen; Krt.pnn=Skor penyakit karat saat panen; LY/plt=Skor penyakit layu per plot; 100BJ=bobot per 100 biji

Galur (Bi-SL/RK 39)-36, (BI-SL/UML 18)-34, (BM/IC-631-8/UML 18)-38, (BM/IC-154-2/UML 18)-31, dan (Bi-SL/Lokal Papua)-42, yang berkadar lemak tinggi dan juga galur (BM/IC-154-2/Lokal Papua)-43, (BM/IC-631-8/Lokal Papua)-37, (BM/IC-631-8/RK 39)-46, dan (BM/IC-154-2/Lokal Papua)-45 yang berkadar protein tinggi cukup prospektif sebagai calon VUB, disamping provitasnya yang tinggi juga tahan penyakit utama dan berbiji besar. Uji adaptasi lanjutan diperlukan untuk memastikan keragaan dan stabilitas karakter serta hasilnya.

Joko Purnomo


Pustaka

  • Adegoke, B.M., Shittu, S.A., Raimi, M.M. 2014. Effect of traditional processing methods on the protein and lipid content of Arachis Hypogaea (groundnut). International Journal of Scientific and Research Publications 4 (5).
  • Ayoola P.B. and A. Adeyeye 2010. Effect of Heating on the Chemical Composition and Physico-chemical properties of Arachis hypogea (groundnut) seed flour and oil. Pakistan Journal of Nutrition 9 (8): 751-754.
    Kumar B. S. and S. R. Shankar. 2013. Comparative physico-chemical, proximate and mineral analysis on raw and roasted seeds of groundnut. Communication in Plant Science 3(3-4): 25-29.
  • Wang, L., Liu, H., Liu L., Wang Q., Li Q, Du Y., Zhang J. 2014. Protein contents in different peanut varieties and their relationship to gel property. International Journal of Food properties 17: 1560–1576.