Info Teknologi ยป Genotipe Kacang Tanah Toleran Hama Kutu Kebul (Bemisia tabaci )

kutu

Toleransi didefinisikan sebagai kemampuan tanaman untuk tetap tumbuh pada lingkungan yang tercekam hama, namun dapat memberikan tingkat hasil yang dapat diterima. Kutu kebul (whitefly), Bemisia tabaci F. pada kacang tanah masih dianggap hama baru di Indonesia. Di Kebun Percobaan Muneng Balitkabi pada musim kemarau (MK) II tahun 2009 dan MK II tahun 2011 terjadi serangan kutu kebul yang menyebabkan gagal panen (puso) pada kedelai dan susut hasil yang nyata pada kacang tanah. Oleh karena itu, kutu kebul dipandang sebagai salah satu hama penting sebagai pembatas produksi kacang tanah pada musim kemarau. Kutu kebul mempunyai inang yang cukup luas, tidak terbatas pada tanaman pangan, tetapi juga dapat menyerang tanaman hortikultura seperti tomat, dan sejumlah tanaman liar sepert Euphorbia, Ipomoea spp. Xanthium spp., dan sebagainya.

Di Amerika, kutu kebul dilaporkan sebagai hama baru pada tahun 1992. Dilaporkan bahwa hasil evaluasi ketahanan terhadap kutu kebul pada koleksi plasma nutfah di Florida tahun 1992 dan zuriat persilangan antara tetua kacang tanah varietas Florida dan varietas North Carolina tahun 1993, tidak didapatkan aksesi atau zuriat kacang tanah yang tahan terhadap kutu kebul. Di Indonesia, penyakit virus yang ditularkan oleh kutu kebul pertama kali dilaporkan pada tahun 1938 di Jawa dan Sumatera khususnya di daerah penghasil hortikultura.

Saat terjadi ledakan hama kutu kebul di Muneng tahun 2009, terdapat sejumlah genotipe kacang tanah yang memperlihatkan gejala toleran. Genotipe kacang tanah yang toleran tumbuh sehat dan yang rentan hama kutu kebul tumbuh kerdil (Gambar 1).

Gambar 1. Varietas toleran kutu kebul (kiri), dan varietas rentan kutu kebul (kanan). Muneng Balitkabi , MK II 2009.

Dari evaluasi terhadap 50 genotipe kacang tanah, semua genotipe dinilai tidak tahan terhadap hama kutu kebul, karena pada setiap genotipe kacang tanah rata-rata ditemukan 256 ekor kutu kebul/tanaman. Bila hasil polong kering kacang tanah digunakan sebagai kriteria toleransi, maka hasil polong kering > 1,2 t/ha termasuk toleran (T), antara 1,2 t/ha hingga > 1,0 t/ha dikategorikan agak toleran (AT) dan hasil polong kurang dari 1 t/ha dinilai tidak toleran terhadap hama kutu kebul. Terdapat 15 genotipe kacang tanah yang dinilai toleran terhadap hama kutu kebul (Tabel 1). Diantara varietas, Takar 1, Talam 1, Landak dan Takar 2 tergolong toleran, sebaliknya varietas Singa, Domba dan Turangga rentan terhadap kutu kebul.

Tabel 1. Hasil polong dan jumlah kutu kebul pada genotipe kacang tanah toleran kutu kebul. Muneng Balitkabi, MK II 2011.

AK-Shr/EY