Info Teknologi » Iletrisoy: Pupuk Hayati Rhizobium Sesuai untuk Kedelai pada Lahan Kering Masam

Pendahuluan

Untuk dapat berswasembada, produksi kedelai dalam negeri harus sebesar 2,8 juta ton/tahun, suatu sasaran yang menuntut kerja keras semua pihak, mengingat selama kurun waktu lima tahun terakhir (2007 – 2011) produksi kedelai Indonesia hanya berkisar antara 0,59 – 0,98 juta ton. Peningkatan produksi kedelai dalam negeri dapat ditempuh melalui upaya perluasan areal tanam/panen dan perbaikan tingkat produktivitas pertanaman yang rata-ratanya masih rendah. Selama kurun waktu 2007-2011, luas panen kedelai dalam negeri hanya 459 – 723 ribu ha dengan tingkat produktivitas 1,29 – 1,38 t/ha. Peningkatan areal tanam/panen diharapkan akan memberikan kontribusi lebih besar, mengingat pengalaman selama ini bahwa fluktuasi produksi kedelai nasional sangat terkait erat dengan fluktusi areal panen.

Dengan proyeksi rata-rata produktivitas kedelai nasional 1,5 t/ha, maka agar dapat berswasembada, luas panen kedelai dalam negeri (pada tahun 2014) harus mencapai sekitar 2,0 juta ha. Dibandingkan dengan luas panen kedelai tahun 2011 yang sebesar 0,59 juta ha, berarti untuk berswasembada menuntut peningkatan areal panen sebesar 340%. Pada gilirannya timbul pertanyaan: “bagaimana untuk memperluas areal tanam/panen kedelai ?”.

Full Text (PDF)