Info Teknologi » Iletrisoy + Santap: Pemacu Produksi Kedelai di Lahan Masam

x_kapus_4

Satu lagi inovasi dari Balitkabi, Iletrisoy yang dikombinasikan dengan Santap mampu memacu pertumbuhan dan produksi kedelai yang dibudidayakan di lahan kering masam per satuan luas lahan. Areal lahan masam terbentang luas yang sebagian besar berada di luar Pulau Jawa harus dilirik dan dijadikan alternatif pusat pertumbuhan produksi kedelai.  Masalah keharaan menjadi kendala yang harus diatasi, salah satunya melalui inovasi produk Iletrisoy yang dikombinasikan dengan pupuk organik kaya hara: Santap.

 

 

Kapuslitbangtan dan peneliti BPTP Lampung: Iletrisoy + Santap lebih unggul

Berbagai produk pupuk hayati yang berasal dari berbagai inventor diujikan di lahan kering masam Lampung, dimulai pertengahan 2011 di bawah koordinasi Komite Inovasi Nasional (KIN) dan pendanaan dari Badan Litbang Pertanian.  Pada tanggal 18 Januari 2012 dilakukan kunjungan lapang oleh KIN beserta para  inventor (IPB, LIPI dan Balitkabi) untuk menilai dan mengobservasi keragaan tanaman di lapang.  Pada tanggal 3–4 Februari 2012 observasi serupa dilakukan oleh Kapuslitbangtan (Dr. Hasil Sembiring) didampingi oleh Prof. Dr. Djoko Said Damardjati, Dr. M. Muchlish Adie, Hardono M.Sc, Dr. Arif Harsono, dan Fauziah M.Si (peneliti BPTP Lampung) mengamati penelitian di Kebun Percobaan (KP) Natar dan KP Taman Bogo. Dr. Arif Harsono sebagai penanggung jawab penelitian menyampaikan bahwa terdapat perlakuan enam pupuk hayati yang diujikan per ha yakni (1) tanpa NPK, (2) 100 kg Urea + 100 kg SP36 + 100 kg KCl; (3) 0.5 liter Iletrisoy/40 kg benih + 1.5 ton Santap + 50 kg KCl, (4) kedelai plus + 25 kg Urea, (5) 41 liter Probio, (6) Startmik + 50 kg Urea + 50 kg SP36 + 50 kg KCl. Observasi intensif di lapang yang dilanjutkan dengan diskusi segala permasalahan bersepakat bahwa Iletrisoy + Santap lebih unggul dengan indikator bintil akar yang terbentuk lebih banyak, tanaman lebih subur (tinggi tanaman, ukuran biji, warna daun) dan jumlah polong per tanaman juga lebih banyak. Jumlah polong selalu berkorelasi positif dengan hasil biji.

Dr. Arif Harsono menjelaskan penelitian: yang dipupuk Iletrisoy + Santap lebih baik

Berdiskusi dan membandingkan antar pupuk hayati, diikuti pula oleh mahasiswi Unila

Iletrisoy yang diinisiasi oleh Dr. Muchdar Soedarjo, salah satu peneliti Balitkabi saat itu mengidentifikasi rhizobium yang toleran terhadap lahan masam. Santap dirancang oleh Prof. Dr. Subandi (Balitkabi) untuk meramu pupuk organik kaya hara.  Penelitian selanjutnya ditangani oleh Dr. Arif Harsono hingga sekarang. Keunggulan Iletrisoy + Santap, menurut Pak Arif Harsono, ternyata konsisten di KP Natar, KP Taman Bogo dan juga penelitian di rumah kaca.  Pada tahun 2012, pengembangan pupuk hayati akan diperluas ke beberapa provinsi. Badan Litbang Pertanian tetap berkomitmen untuk mendanainya.  Iletrisoy + Santap memang merupakan salah satu inovasi terbaik untuk kedelai di lahan masam.

Di KP Taman Bogo, Iletrisoy + Santap konsisten lebih unggul

MMA/Ery