Info Teknologi ยป Komponen Teknologi Pengendalian Penggerek Polong Kacang Tanah, Etiella zinckenella

Gejala serangan E. zinckenella pada kacang tanah

Gejala serangan E. zinckenella pada kacang tanah

Di Indonesia, hama penggerek polong (Etiella zinckenella) pada kacang tanah bukan merupakan hama baru. Hama tersebut pernah mengalami outbreak dan menyebabkan kerusakan di beberapa sentra produksi kacang tanah, seperti Bengkulu, Lampung, dan Jawa Tengah.

Di Bengkulu, E. zinckenella dilaporkan menimbulkan kerusakan pada kacang tanah sebesar 31-48%. Polong kacang tanah yang terserang ditandai dengan adanya lubang pada permukaan polong yang berwarna hitam, polong gapong atau tidak ada biji, biji rusak dan membusuk, serta ditemukan kotoran larva sisa gerekan pada polong. Biji kacang tanah yang busuk menyebabkan infeksi cendawan Aspergillus flavus yang merupakan sumber aflatoksin yang tidak baik bagi kesehatan.

Pengendalian penggerek polong cukup sulit, karena imago berkembang pada permukaan tanaman, sedangkan larva berkembang di dalam polong yang berada di dalam tanah. Pengendalian penggerek polong yang umum dilakukan oleh petani adalah dengan menggunakan insektisida kimia. Peningkatan serangan penggerek polong pada kacang tanah kemungkinan besar juga dipengaruhi oleh ketersediaan tanaman inang sepanjang musim. Beberapa jenis tanaman dari kelompok Leguminoseae dan gulma Crotalaria merupakan inang penggerek polong, sehingga perlu diwaspadai keberadaannya.

Berbagai cara pengendalian sudah dikembangkan seperti penggunaan tanaman perangkap, pelepasan parasitoid Trichogramma bactrae-bactrae, dan penggunaan varietas tahan. Namun, teknik pengendalian tersebut jika diaplikasikan secara tunggal belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam menekan perkembangan populasi penggerek polong di lapangan.

Kombinasi beberapa teknologi pengendalian lebih mampu menekan kehilangan hasil kacang tanah akibat penggerek polong dan mempertahankan kelangsungan hidup musuh alami. Berbagai komponen teknologi pengendalian penggerek polong kacang tanah disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Komponen teknologi pengendalian hama penggerek polong kacang tanah E. zinckenella
Perlakuan Komponen teknologi pengendalian
Perawatan benih
(Tiametoksam)
Karbofuran Parasitoid
(T. bactrae-bactrae)
Tanaman
perangkap kedelai
Lamda
Sihalotrin
Bio-Lec
P0
P1 + + + + +
P2 + + + +
P3 + + +
P4 + + +
P5 + +
P6 +
Waktu
Aplikasi
Saat tanam Saat tanam 35 HST 14 hari sebelum tanam 35-70 HST (tiap minggu) 35-70 HST (tiap minggu)
Keterangan: (+) aplikasi komponen pengendalian dan (-) tanpa aplikasi

Aplikasi insektisida sihalotrin secara tunggal pada tanaman kacang tanah menunjukkan populasi penggerek polong tertinggi, yaitu 20 ekor per lima rumpun (Gambar 1). Hal ini disebabkan karena insektisida yang diaplikasikan hanya dapat membunuh imago yang ada di permukaan tanaman. Sedangkan, insektisida tidak mampu menjangkau larva yang berada di dalam polong di dalam tanah.