Info Teknologi » Kualitas Mutu Benih Kacang Hijau Selama Penyimpanan

Uji Daya Kecambah Kacang hijau

Uji Daya Kecambah Kacang hijau

Salah satu masalah yang dihadapi dalam usaha penyediaan benih adalah mempertahankan kualitas mutu benih tetap tinggi selama penyimpanan. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 991/HK.150/C/05/2018 tentang Pedoman Teknis Sertifikasi Benih Bina Tanaman Pangan, masa edar benih kacang hijau bersertifikat diberikan paling lama 5 (lima) bulan setelah selesai pengujian (untuk pelabelan pertama). Selanjutnya, pelabelan ulang dapat dilakukan selama mutu benih masih memenuhi standar mutu yang berlaku, dengan masa edar maksimal setengah dari masa edar pada pelabelan pertama (2,5 bulan).
Standar mutu benih di laboratorium yang telah ditetapkan dalam Kepmentan No. 991/2018 mensyaratkan daya berkecambah (DB) minimal untuk semua kelas benih adalah 80%, dengan kadar air (KA) maksimal 11%. Jika dikaitkan dengan ketentuan masa edar, maka benih kacang hijau bersertifikat paling tidak selama kurun waktu minimal 7,5 bulan (pelabelan pertama dan kedua) harus memenuhi persyaratan tersebut.
Penelitian tentang pengaruh lama penyimpanan terhadap mutu benih kacang hijau telah dilakukan di Laboratorium Uji Mutu Benih Balitkabi, menggunakan 5 (lima) varietas kacang hijau (Kenari, Sriti, Vima 1, Kutilang, dan Vima 3) dan lima periode simpan (4, 6, 8, 10, dan 12 bulan). Penyimpanan benih menggunakan plastik (0,01 mm) pada ruang terkontrol (Suhu 24−26°C, RH 45−70%). Benih dikecambahkan dengan metode Uji Antar Kertas Digulung (AKG) atau Between Paper (BP) dalam seed germinator (25°C).
Hasil penelitian menunjukkan, selama kurun waktu satu tahun (12 bulan) kadar air benih kacang hijau mengalami peningkatan (Tabel 1). Pada 6 bulan pertama setelah disimpan, peningkatan kadar air tidak terlalu besar dan hampir mendekati kadar air di bulan ke-4. Namun demikian, menginjak bulan ke-8 setelah disimpan, terjadi peningkatan kadar air yang cukup besar dan terus bertambah hingga periode simpan 12 bulan. Berdasarkan data tersebut, kelima varietas kacang hijau yang diuji memenuhi standar mutu kadar air benih di laboratorium (<11%) hingga periode simpan 10 bulan.

tabel1

Sedangkan untuk variabel daya berkecambah benih, semua varietas yang diuji memiliki daya berkecambah di atas 95% hingga penyimpanan 12 bulan (Tabel 2). Hal ini menunjukkan kelima varietas kacang hijau tersebut masih memenuhi standar mutu daya berkecambah benih bersertifikat (≥ 80%). Berdasarkan data kadar air dan daya berkecambah, maka benih kacang hijau varietas Kenari, Vima 1, dan Vima 3 dapat disimpan menggunakan plastik (0,01 mm) pada ruang terkontrol (Suhu 24−26°C, RH 45−70%) hingga periode simpan 12 bulan, sedangkan varietas Sriti dan Kutilang walaupun masih memiliki daya berkecambah yang tinggi, namun kadar air kedua varietas tersebut di atas 11% pada bulan ke-12 setelah disimpan.

tabel2

Berdasarkan penelitian ini, juga dapat diketahui bahwa pada kacang hijau yang telah disimpan selama 12 bulan, masih menunjukkan daya berkecambah benih (>95%) walaupun dengan kadar air mendekati 12%. Mutu fisiologis yang tinggi tersebut tidak terlepas dari proses pasca panen yang cepat, baik dan benar sehingga kualitas mutu benih tetap terjamin meskipun telah disimpan hingga 12 bulan.
Ratri Tri Hapsari