Info Teknologi » Multi isolat Mikroba untuk Pupuk Hayati di Lahan Kering Masam

Pengembangan kedelai di lahan kering masam yang tersebar luas di Sumatera dan Kalimantan berhadapan dengan masalah tingkat kesuburan tanahnya rendah. Mikrobia seperti rhizobium, mikroba pelarut fosfat, dan miko­­riza dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki ketersediaan hara.

Pengembangan kedelai di lahan kering masam yang tersebar luas di Sumatera dan Kalimantan berhadapan dengan masalah tingkat kesuburan tanahnya rendah, yaitu pH masam, kandungan bahan organik rendah, kandungan hara N, P, K, Ca dan Mg rendah, serta keracunan Al, Mn, dan Fe.

Mikrobia seperti rhizobium, mikroba pelarut fosfat, dan miko­­riza dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki ketersediaan hara N dan P, sehingga dapat mening­katkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik yang harganya semakin mahal. Penelitian sampai tahun 2007, berhasil mendapat­kan multi-isolat rhizo­bium ILeTRIsoy yang toleran terhadap kemasaman hingga pH 4 dan kadar Fe tinggi. Aplikasi multi-isolat ILeTRIsoy dalam bentuk pelet mampu meningkatkan pembentukan bintil akar tanpa me­nurunkan viabilitas benih kede­lai. Multi-isolat rhizobium ILeTRIsoy ber­simbiosis baik dengan beberapa varietas kedelai dan prospektif untuk pengembangan kedelai di tanah Ultisol yang memiliki pH 4,5 seperti di Lampung.

 

 Kedelai yang diperlakukan dengan isolat ILeTRIsoy

 

Kedelai yang diperlakukan dengan isolat ILeTRIsoy pertumbuhannya lebih baik (baris belakang),
dibandingkan yang tanpa perlakuan isolat ILeTRIsoy (baris depan).