Info Teknologi » Penyakit Bercak Daun pada Kacang Hijau (Vigna radiata)

Gambar 1. Gejala penyakit bercak daun

Gambar 1. Gejala penyakit bercak daun

Bercak daun merupakan penyakit utama pada kacang hijau. Penyakit bercak daun sudah tersebar di seluruh sentra produksi kacang hijau di Indonesia, dan juga tersebar di Asia seperti Filipina, Malaysia, Thailand, India, Bangladesh, dan Pakistan. Kehilangan hasil akibat penyakit bercak daun dapat mencapai 60%. Penyebaran penyakit melalui angin, percikan air, alat-alat pertanian, ternak, dan pakaian. Perkembangan penyakit didukung oleh kelembaban tinggi (banyak terjadi pada musim hujan), suhu sejuk (20−24°C), dan keadaan tanaman yang kurang subur. Intensitas bercak daun meningkat pada saat polong mulai berisi. Inang lain dari penyakit bercak daun adalah: kacang panjang (Vigna unguiculata), kacang bogor (Vigna subterranea), kacang koro (Canavalia ensiformis), dan koro pedang (Canavalia gladiata).

Penyakit bercak daun disebabkan oleh cendawan Cercospora canescens dan Cercospora cruenta, tetapi C. canescens lebih banyak ditemukan di lapangan. Gejala penyakit yaitu daun terdapat bercak berwarna coklat, atau coklat kemerahan, berbentuk bulat, atau tidak teratur (Gambar 1) yang pusatnya kelabu atau putih. Cendawan Cercospora canescens mempunyai konidium hialin, berbentuk jarum, atau gada dengan ujung runcing, serta mempunyai banyak sekat. Tangkai konidium (konidiofor) membentuk berkas, dengan warna agak coklat (Gambar 2).

Gambar 2. Cendawan Cercospora canescens

Gambar 2. Cendawan Cercospora canescens.

Penyakit ini dapat dikendalikan dengan: (1) Menanam varietas tahan (Varietas Vima 4 dan Vima 5 agak tahan terhadap bercak daun), (2) Pemberian pupuk sesuai rekomendasi, (3) Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inangnya, (4) Sisa-sisa tanaman saat panen digunakan sebagai kompos supaya tidak berperan sebagai sumber inokulum, (5) Penyemprotan fungisida nabati dapat menggunakan larutan lengkuas, dan (6) Perpaduan dari beberapa cara pengendalian tersebut di atas.

Pemanfaatan Pestisida Nabati Lengkuas (LECER)

Salah satu cara pengendalian penyakit bercak daun adalah dengan penyemprotan pestisida nabati lengkuas atau disebut LECER = Lengkuas untuk Cercospora. Lengkuas (Alpinia galanga L.) merupakan anggota familia Zingiberaceae. Rimpang lengkuas memiliki berbagai khasiat di antaranya sebagai anti jamur dan anti bakteri. Lengkuas mengandung bahan aktif Sineol, Pipena, Kamfor, dan Metil Cinamat yang berperan sebagai antibiotik.

Kelebihan Pestisida Nabati LECER

Pestisida LECER memiliki beberapa kelebihan yaitu: (1) Bahan baku lengkuas mudah diperoleh, (2) Mudah dan sederhana pembuatannya, (3) Tidak mencemari lingkungan, (4) Tidak meninggalkan residu di dalam tanaman, dan (5) Tidak menimbulkan resistensi terhadap cendawan penyebab bercak daun.

Cara pembuatan Pestisida Nabati LECER

Rimpang lengkuas dibersihkan dan dikupas, 400 gram (4 ons) lengkuas diiris-iris dan diblender kemudian disaring. Ditambahkan air hingga mencapai 4 liter ke dalam filtrat larutan, volume tersebut ditambah hingga mencapai satu tangki alat semprot 12 liter.

Aplikasi dan Efektivitas Pestisida Nabati Lecer

Penyemprotan ekstrak lengkuas pada umur 4, 5, 6, dan 7 minggu setelah tanam. Aplikasi pestisida nabati ini dapat menekan intensitas penyakit bercak daun pada kacang hijau sebesar 60%.

Sumartini