Info Teknologi » Penyakit-Penyakit Virus pada Kedelai

Infeksi virus merupakan salah satu penyebab penyakit pada kedelai. Setidaknya terdapat 67 jenis virus yang menyerang kedelai dan disebarkan secara alami oleh sedikitnya 16 spesies aphis termasuk Acyrthosiphon pisum, Aphis faba dan Myzus persicae. Akhir-akhir ini penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh virus semakin sering dijumpai pada tanaman pangan termasuk kedelai. Penyakit akibat virus berkembang seiring dengan berkembangnya serangga vektor diantaranya kutu kebul dan aphis yang dipengaruhi oleh perubahan iklim global. Meskipun belum ada penelitian komprehensif tentang hubungan perubahan iklim dan hama-penyakit di lapangan, namun, tanda-tanda di lapangan menunjukkan kaitan kuat antara masalah hama dan penyakit dengan perubahan iklim yang terjadi. Peningkatan CO yang juga merupakan salah satu efek pemanasan global berpengaruh positif terhadap patogen penyebab penyakit tanaman yakni peningkatan jumlah titer virus per tanaman sakit, meningkatkan indeks penyakit karat, meningkatkan jumlah lesion penyakit per tanaman, serta peningkatkan kejadian penyakit Blast begitu pula halnya dengan kejadian penyakit tular vektor yang juga berubah ketika suhu meningkat. Mengingat semakin pentingnya status penyakit yang disebabkan oleh virus maka pengetahuan dan informasi tentang penyakit oleh virus pada tanaman kedelai perlu diperhatikan. Berikut beberapa penyakit oleh virus pada tanaman kedelai yang perlu diperhatikan:

1. Virus Mosaic Kedelai (Soybean mosaic virus, SMV) Soybean mosaic virus (SMV) merupakan salah satu virus yang paling sering muncul dan berbahaya diantara 67 virus yang ada pada tanaman kedelai. Virus ini ditularkan oleh aphis secara non-persisten dan terbawa oleh benih. Gejala SMV antara lain: permukaan daun tidak rata, daun mengecil, tepi daun melengkung, tulang daun menebal, klorosis, mosaik sampai ke daun yang paling muda dengan warna hijau gelap di sepanjang tulang daun, daun melepuh dengan warna hijau tua dan melengkung ke dalam dan ke luar, pemucatan tulang daun, dan mosaik sepanjang tulang daun. SMV juga dapat terbawa sampai ke biji, menyebabkan biji berwarna belang coklat berbentuk radial. SMV dapat menyebabkan kehilangan hasil antara 35−100% dalam kondisi infeksi alami tergantung dari strain virus, ketahanan genotipe, dan waktu infeksi.


Gambar 1. (a) Gejala SMV pada tanaman kedelai umur 14 hst (Sumber: Inayati dan Yusnawan 2014),
(b) Gejala lanjut SMV, daun melengkung, (c) gejala SMV pada biji (Sumber: OMAFRA 2009).
2. Virus mosaic kuning kedelai (Soybean Yellow mosaic virus, SYMV)Soybean Dwarf Virus (SDV) menyebabkan tanaman menjadi kerdil ditandai dengan memendeknya jarak antar buku, daun melengkung dan mengecil. Indonesian soybean dwarf luteovirus (ISDV) yang dilaporkan oleh Kameya (2001) secara serologi mempunyai perbedaan dengan SDV yang berasal dari Jepang, namun menimbulkan gejala yang sama pada tanaman kedelai. SDV ditularkan oleh Aphid glycines secara persisten.


Gambar 2. Gejala Bean Yellow mosaic virus (BYMV) (Sumber: Kenvos Biotech © 2006-2011).

3. Virus kerdil kedelai (Soybean dwarf virus, SDV) atau Indonesian soybean dwarf luteovirus (ISDV) Soybean Dwarf Virus (SDV) menyebabkan tanaman menjadi kerdil ditandai dengan memendeknya jarak antar buku, daun melengkung dan mengecil. Indonesian soybean dwarf luteovirus (ISDV) yang dilaporkan oleh Kameya (2001) secara serologi mempunyai perbedaan dengan SDV yang berasal dari Jepang, namun menimbulkan gejala yang sama pada tanaman kedelai. SDV ditularkan oleh Aphid glycines secara persisten.


Gambar 3. (a) Gejala Soybean dwarf virus, SDV, (Sumber: Les Domier, University of Illinois USDA-ARS-200)
dan (b) gejala
Indonesian soybean dwarf luteovirus (ISDV) (Sumber: Kameya 2001).

4. Virus katai kedelai (Soybean stunt virus, SSV) Virus ini juga dikenal sebagai Cucumber mosaic cucumovirus, soybean stunt strain (CMV-SS). Gejala yang ditimbulkan akibat adanya serangan virus ini adalah mosaik pada daun dan tanaman tidak dapat tumbuh normal (katai). SSV dapat menginfeksi sampai ke biji dan menimbulkan gejala berbentuk cincin berwarna coklat. Selain menyerang kedelai virus ini juga menyerang tanaman tembakau dan gulma jenis C. amaranticolor. SSV ditularkan secara non persisten oleh aphis dan penularan juga dapat melalui biji.


Gambar 4. (a) Gejala katai pada kedelai yang terserang CMV-SS,
(b) biji kedelai dengan gejalabelang coklat akibat CMV-SS (Sumber: Kameya 2001).

5. Virus belang samar kacang tunggak (Cowpea mild mottle virus,CMMV) Cowpea mild mottle virus (CMMV) menyebabkan daun keriting dengan belang berwarna kuning dan mosaik yang berkerut. Gejala yang muncul sangat tergantung dari varietas kedelai yang terinfeksi. Virus ini ditularkan melalui benih dan oleh kutu kebul Bemisia tabaci secara semi persisten. Selain menyerang kedelai, virus ini juga menyerang kacang tanah, koro, dan gulma C. amaranticolor.


Gambar 5. Gejala Cowpea mild mottle virus,CMMV pada: (a) V. unguiculata subsp. Sesquipedalis, (b) kedelai,
dan (c) C. amaranticolor (Sumber: Brito et al. 2012).

6. Virus belang kacang tanah (Peanut stripe virus, PStV) Peanut stripe virus PStV mempunyai inang yang luas meliputi hampir semua tanaman kacang-kacangan dan bergejala positif pula pada gulma Chenopodium amaranticolor dan C.quinoa. Pada tanaman kedelai, PStV umumnya tidak menunjukkan gejala belang maupun mosaik yang jelas, hanya
tampak sebagai nekrosis pada tulang daun. Seperti halnya virus lain, PStV juga ditularkan oleh aphis secara non persisten. Serangan virus ini dapat mengakibatkan kehilangan hasil sampai 90% pada varietas yang rentan dan mengurangi bobot 100 biji sampai 50%.


Gambar 6. (a) Gejala Peanut stripe virus PStV pada kedelai (Sumber: Kameya 2001),
dan (b) pada Arachis pintoi dan Macroptilium lathyroides (Sumber: URG-CIAT).

Alfi Inayati