Info Teknologi » TASIA 1 dan TASIA 2: Varietas Unggul Kacang Tanah Tahan Hama Kutu Kebul

Kutu kebul (Bemisia tabaci Genn) menjadi hama penting pada kacang tanah. Kerusakan yang ditimbulkan dapat bersifat langsung dan tidak langsung. Tanaman yang tumbuh kerdil, daun dan batang muda mengkerut merupakan akibat langsung dari serangan hama tersebut. Akibat tidak langsung terjadi karena kutu kebul merupakan vektor virus gemini dan virus mozaik yang serangannya menyebabkan kerusakan total dan bahkan gagal panen.

infotek-12_7_19vartasia-a

Selain itu, cairan madu yang dihasilkan kutu kebul merupakan media tumbuh embun jelaga pada daun, sehingga menghambat proses fotosintesis. Serangan kutu kebul yang terjadi di Muneng (Probolinggo, Jawa Timur) tahun 2009 dan 2011 menyebabkan puso.

infotek-12_7_19vartasia-b

Varietas kacang tanah tahan kutu kebul mempunyai arti sangat penting untuk keberhasilan budi daya kacang tanah. Hal ini mengingat hama kutu kebul sangat sulit dikendalikan karena mudah berpindah, cepat berkembang biak (siklus hidup 21‒24 hari), dan belum ada pestisida kimia yang efektif. Serangan kutu kebul terutama terjadi pada kondisi iklim panas dan kering, dan dampak serangan semakin parah bila tanaman mengalami kekeringan. Varietas unggul seperti Sima, Kancil, Bison, Singa, Jerapah tergolong tidak tahan terhadap kutu kebul (Gambar 1).

Gambar 1. Keragaan pertumbuhan beberapa varietas kacang tanah akibat serangan hama kutu kebul.

Gambar 1. Keragaan pertumbuhan beberapa varietas kacang tanah akibat serangan hama kutu kebul.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) tahun 2018 telah melepas varietas unggul baru kacang tanah tahan terhadap kutu kebul, yang diberi nama Tasia 1 dan Tasia 2. Pengujian di sentra produksi kacang tanah seperti Banyuwangi, Blitar, Tuban, Malang, dan Tuban tahun 2016‒2018 menunjukkan potensi hasil mencapai 4,2 t/ha polong kering, dan rata-rata hasil 2,8 t/ha polong kering.

Gambar 2. Varietas kacang tanah tahan (foto kiri) vs yang tidak tahan (foto kanan) terhadap kutu kebul.

Gambar 2. Varietas kacang tanah tahan (foto kiri) vs yang tidak tahan (foto kanan) terhadap kutu kebul.

Selain tahan terhadap kutu kebul, kedua varietas tersebut juga tahan terhadap penyakit layu bakteri, serta agak tahan terhadap penyakit karat dan bercak daun. Varietas Tasia 1 dan Tasia 2 mempunyai banyak kemiripan, dan hanya berbeda pada ukuran biji (Tabel 1).

Tabel 1. Karakteristik varietas unggul Tasia 1 dan Tasia 2.
Karakter Tasia 1 Tasia 2
– Umur Masak ± 90 – 95 hari ± 90 – 95 hari
– Tipe Tumbuh Tegak (Spanish) Tegak (Spanish)
– Bentuk & Warna Biji Oval; Rose Oval; Rose
– Jml Biji / Polong 2/1/3 polong 2/1/3 polong
– Bobot 100 Biji 50,00 g 46,80 g
– Potensi Hasil (polong kering) 4,2 ton per ha 4,3 ton per ha
– Rata-rata Hasil (polong kering) 2,8 ton per ha 2,8 ton per ha
– Kadar Protein (basis kering) 26,20 % 27,06 %
– Kadar Lemak (basis kering) 46,83 % 48,09 %
infotek-12_7_19vartasia-e

Gambar 3. Varietas Tasia 1 di Instalasi Penelitian Balitkabi di IP2TP Kendalpayak, Malang.

Abdullah Taufiq