Info Teknologi » Telaah Penyebab Gejala ’Gapong’ pada Kacang Tanah

gapong

Istilah “gapong” yang mulai dipublikasikan pada tahun 1930an digunakan untuk penamaan polong kacang tanah yang tidak berisi, polong berwarna hitam, kulit polong rapuh dan kadang-kadang ditandai adanya polong busuk. Banyak petani di bekas Karesidenan Cirebon mengeluhkan gejala ini, karena menimbulkan kerugian ekonomi sangat besar, melebihi kerugian karena serangan penyakit daun. Hingga kini penyebab utama “gapong” masih belum diketahui sehingga cara penanganannya juga belum ditemukan. Hasil survei tanaman kacang tanah di Kab. Cirebon dan Majalengka pada musim kemarau tahun 2008 menunjukkan bahwa istilah “gapong” digunakan untuk menunjuk keadaan polong yang tidak sehat dengan beragam keadaan. Namun demikian apabila dipilah-pilahkan maka “gapong” dapat disebabkan oleh serangan nematoda, hama tanah, penyakit tular tanah, maupun karena luka mekanis (terluka oleh alat-alat pertanian) yang sangat memungkinkan untuk dikendalikan atau ditekan serangannya dengan menggunakan pestisida atau teknologi pengendalian lainnya. Sedangkan fenomena “gapong” yang mendasarkan pada keadaan polong yang berwarna hitam, kulit polong bagian luar melepuh seperti terbakar, berserabut dan rapuh serta diikuti oleh batang yang kaku, daun berukuran lebih kecil dan kaku, hingga kini masih belum dapat diatasi.

Pengamatan polong yang terserang “gapong”
Berdasarkan pengamatan pada polong kacang tanah, maka “gapong” dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok (Gambar 1), yaitu:

  1. Polong terbentuk sempurna, 1-2 biji tidak terbentuk sempurna atau biji tidak terbentuk (kopong)
  2. Polong terbentuk, ada gejala nekrotik dan klorosis, biji pada bagian kulit polong bergejala nekrotik berubah warna
  3. Polong terbentuk, ada lubang (± 1-2 mm), biji tergerek, ada bekas kotoran
  4. Tanaman tumbuh subur, daun terserang tungau, polong tidak terbentuk atau jarang


Gambar 1. Variasi gejala “gapong” pada kacang tanah. (a) Kenampakan umum polong kacang tanah di daerah endemik ”gapong”,
(b) Gapong kelompok 2 (urutan bawah) dan kelompok 3 (urutan atas), (c) Gapong kelompok 3 (penampilan polong bagian luar),
(d) Gapong kelompok 3 (meskipun keadaan fisik polong berbeda dengan Gambar 1b urutan atas,
(e) Gapong kelompok 1, dan (f). Gapong kelompok 4

Full text pdf