Info Teknologi ยป Unjuk Kerja Kompetensi Laboratorium Terakreditasi Balitkabi

Keberadaan laboratorium sangat penting dan strategis dalam rangka mendukung kegiatan penelitian baik di lapangan maupun di laboratorium. Oleh karena itu, laboratorium perlu terus meningkatkan kinerja dan mampu memberikan jaminan mutu terhadap hasil ujinya, serta mendapatkan pengakuan di tingkat nasional dan internasional melalui proses akreditasi/sertifikasi. Laboratorium pengujian Balitkabi (LP-518-IDN) yang terdiri atas LaboratoriumTanah dan Tanaman, Laboratorium Kimia Pangan dan Laboratorium Uji Mutu Benih telah terakreditasi KAN sejak tahun 2011 dan secara konsisten menerapkan SNI ISO/IEC 17025:2008 (ISO/IEC 17025-2005) sebagai persyaratan kompetensi laboratorium pengujian, sehingga pada tahun 2015 kembali memperoleh status reakreditasi KAN.

Untuk mengevaluasi kinerja laboratorium pengujian berdasarkan kompetensinya (ruang lingkup pengujian), maka diperlukan uji profisiensi untuk validasi metode pengujian yang dilakukan. Uji profisiensi merupakan uji banding antar laboratorium yang diselenggarakan oleh KAN setiap tahun atau institusi/lembaga yang ditunjuk oleh KAN. Bagi KAN, uji profisiensi berguna untuk memonitor kinerja laboratorium yang sudah diakreditasi. Bagi laboratorium peserta, uji profisiensi digunakan untuk:
1. Pengendalian mutu data uji secara regular, eksternal dan independen.
2. Memberikan motivasi dalam memperbaiki unjuk kerja pengujian dan meningkatkan kompetensi laboratorium.


Pada tahun 2015, Laboratorium Tanah dan Tanaman Balitkabi mengikuti uji profisiensi yang diadakan oleh Balai Penelitian Tanah Bogor dengan nomor kode lab. 18, dengan peserta 52 laboratorium dari seluruh Indonesia. Tabel 1 menunjukkan bahwa hasil uji pH H2O, pH KCl, Nitrogen, P-Bray I, dan K semuanya inlier untuk sampel tanah yang diujikan. Hal ini mengindikasikan bahwa semua hasil uji ruang lingkup Lab. Tanah dan Tanaman Balitkabi dapat dijamin validitasnya berdasarkan hasil uji profisiensi tersebut. Demikian pula dengan Laboratorium Kimia Pangan Balitkabi yang mengikuti uji profisiensi KAN XVIII/2015 dengan nomor kode lab MIE 18, hasil uji kadar air, abu, protein, dan lemak inlier untuk dua jenis sampel yang diujikan oleh KAN (Tabel 2). Dengan demikian, semua hasil uji ruang lingkup Lab. Kimia Pangan Balitkabi memenuhi persyaratan akreditasi untuk validitas hasil pengujiannya. Dari 28 Lab. peserta uji profisiensi KAN, terdapat lima laboratorium yang hasil ujinya outlier untuk kategori empat ruang lingkup tersebut.

Laboratorium Uji Mutu Benih Balitkabi juga mengikuti uji profisiensi yang diselenggarakan oleh PUP Balai Besar PPMB-TPH tahun 2015 dengan nomor kode lab. 26, dan diikuti oleh 45 laboratorium dari seluruh Indonesia. Tabel 3 menunjukkan bahwa hasil uji kadar air, kemurnian dan daya berkecambah memuaskan untuk tiga sub. contoh uji (benih jagung) sehingga mendapatkan kategori A. Dari 45 peserta, untuk ruang lingkup kadar air hanya 28 peserta yang mendapatkan status hasil uji memuaskan (kategori A), kemurnian 37 peserta, dan daya berkecambah 35 peserta, sisanya mendapatkan status uji meragukan dan tidak memuaskan. Hal ini menunjukkan tingkat kompetensi yang tinggi dari Lab. Uji Mutu Benih Balitkabi dalam melaksanakan pengujian mutu benih, terutama untuk mendukung produksi benih BS dan FS yang dihasilkan UPBS Balitkabi. Capaian hasil uji profisiensi ketiga lab. ini diharapkan dapat terus dipertahankan dengan komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan serta peringkat Balitkabi sebagai lembaga riset.

Tim Laboratorium Akreditasi