Info Teknologi » Vamas 1, Harapan Baru Varietas Ubi Kayu Adaptif Lahan Kering Masam

Vamas 1, VUB ubi kayu adaptif lahan kering masam

Vamas 1, VUB ubi kayu adaptif lahan kering masam

Pendahuluan

Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz)  atau dikenal dengan nama singkong dapat tumbuh di hampir semua agroekosistem. Tanaman kaya manfaat ini sejak jaman dahulu telah menopang ketahanan pangan masyarakat Indonesia. Terbukti dahulu di beberapa daerah menjadikan ubi kayu sebagai makanan pokok.

Saat ini ubi kayu kembali dilirik untuk dikembangkan secara intensif, mulai dari alasan kesehatan hingga potensi besar menjadi penyokong ketahanan pangan nasional di tengah pandemi Covid-19 juga ancaman krisis pangan global.

Di Indonesia, ubi kayu biasa ditanam di lahan kering dengan kondisi lingkungan yang beragam, salah satunya di lahan kering masam. Potensi lahan kering masam untuk budi daya ubi kayu termasuk tinggi. Salah satunya adalah lahan kering masam di Prov. Lampung yang me

njadi sentra produksi ubi kayu, karena 29 % luas panen ubi kayu di Indonesia berasal dari tempat ini. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktivitas ubi kayu di Indonesia diperlukan varietas unggul ubi kayu yang adaptif untuk lahan kering masam.

Varietas yang selama ini dibudidayakan dan berkembang luas di lahan kering masam tersebut adalah varietas UJ3 dan UJ5. Kedua varietas tersebut dilepas pada tahun 2000, namun keduanya memiliki rasa pahit untuk tujuan industri. Sehingga masih diperlukan perakitan varietas yang sesuai untuk konsumsi segar (pangan).

Usaha perakitan varietas unggul ubi kayu untuk pangan dengan hasil umbi dan kadar pati tinggi yang adaptif lahan kering masam telah dilakukan oleh pemulia ubi kayu di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Badan Litbang Pertanian sejak tahun 2008. Tim pemulia ubi kayu Balitkabi melakukan persilangan terbuka dengan beberapa tetua betina. Klon-klon hasil persilangan tersebut di seleksi dan selanjutnya digunakan sebagai bahan uji daya hasil pendahuluan dan lanjutan.

Perakitan Varietas Vamas 1

Pada uji daya hasil lanjutan terseleksi tujuh klon harapan yaitu: CMR 51-61-1, CMR 51-48-17, CMR 51-48-16, OMR 51-20-5, CMR 51-07-13, OMM0806-57, dan CMR 51-06-16. Selanjutnya dilakukan uji adaptasi terhadap ketujuh klon tersebut bersama dua varietas pembanding UJ3 dan UJ5 yang dilaksanakan pada tahun 2015 hingga 2018 di Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Tulang Bawang yang merupakan daerah sentra produksi ubi kayu.

Klon harapan OMR 51-20-5 menunjukkan hasil yang konsisten pada uji adaptasi. Klon ini merupakan hasil silang terbuka dengan tetua betina klon CMR44-29-12 yang merupakan sumber gen penentu hasil tinggi.

Klon OMR 51-20-5 memiliki kisaran hasil umbi segar 23,85 – 43,61 t/ha dengan rata-rata 32,42 t/ha, potensi hasil pati 10,06 t/ha, kadar pati 22,14 % (bb) dan 83,65 % (bk). Klon tersebut memiliki rata-rata hasil umbi segar 25% lebih tinggi dari UJ3, dan 15% lebih tinggi dari UJ5. Kadar patinya 7-11% lebih tinggi dibanding kedua varietas pembanding. Hasil pati umur 7 bulan juga 23-39% lebih tinggi dibanding UJ3 dan UJ5.

OMR 51-20-5 dapat dikategorikan sebagai klon yang sesuai untuk konsumsi segar (pangan) dan sebagai bahan baku mocaf karena memiliki kadar HCN yang rendah (19,68 ppm), rasa umbi tidak pahit. Namun sesuai juga untuk bahan baku industri tapioka karena kadar patinya juga tinggi. Klon OMR 51-20-5 agak tahan hama Tungau Merah (Tetranychus bimaculatus) dan agak tahan penyakit busuk akar/umbi (Fusarium sp).

Klon OMR 51-20-5 spesifik lokasi lahan kering masam Lampung, toleran hingga pH 3,9 tanpa pengapuran. Jenis pupuk dan dosis dapat disesuaikan dengan kodisi kesuburan tanah atau dapat menggunakan 200 kg Urea + 100 kg SP36 + 100 kg KCl/ha. Dapat menggunakan jarak tanam 100 cm x 80 cm. Anjuran tanam di lahan kering masam beriklim basah pada ketinggian rendah hingga sedang.

Berdasarkan hasil sidang pelepasan varietas pada tanggal 14 November 2019 klon harapan OMR 51-20-5 disetujui untuk dilepas sebagai varietas unggul baru ubi kayu dengan nama Vamas 1 (Cassava toleran masam) spesifik lokasi lahan kering masam Lampung, hasil umbi dan kadar pati tinggi pada umur 7 bulan.

vamas

Sholihin