Info Teknologi » Varietas unggul baru adaptif dataran tinggi

Varietas ubijalar dataran tinggi
Varietas unggul yang telah dirilis (dilepas) terutama ditujukan untuk dataran rendah sampai sedang (ketinggian 0–900 m dpl), dan belum ada untuk dataran tinggi (ketinggian >900 m dpl). Sedangkan ubijalar tidak hanya diusahakan pada dataran rendah sampai sedang saja tetapi juga pada daerah dataran tinggi seperti halnya di Papua, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, dan beberapa provinsi lainnya di Indonesia. Khusus di Provinsi Papua ubijalar merupakan makanan pokok bagi penduduk pedalaman yang bermukim di daerah pegu­nungan (dataran tinggi). Kasus kelaparan yang terjadi di daerah Yahukimo, Papua mernjadi pemicu dilpercepatnya pemuliaan ubi jalar untuk dataran tinggi.

Varietas unggul ubijalar yang telah dirilis (dilepas) selama ini, utamanya ditujukan untuk dataran rendah sampai sedang (ketinggian 0–900 m dpl), dan belum ada yang dilepas khusus untuk dataran tinggi (ketinggian >900 m dpl). Padahal ubijalar tidak hanya diusahakan pada dataran rendah sampai sedang saja tetapi juga pada daerah dataran tinggi seperti halnya di Papua, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, dan beberapa provinsi lainnya di Indonesia. Khusus di Provinsi Papua ubijalar merupakan makanan pokok bagi penduduk pedalaman yang bermukim di daerah pegu­nungan (dataran tinggi). Kasus kelaparan yang terjadi di daerah Yahukimo, Papua mernjadi pemicu dipercepatnya pelepasan varietas ubijalar untuk dataran tinggi.

Beberapa klon harapan ubi jalar diuji daya adaptasinya di dataran tinggi (daerah pegunungan). Serangkaian uji multilokasi sebahagian besar dilakukan di daerah pegunungan kabupaten Jayawi­jaya (Papua), sebagian di Balige (Sumatera Utara), dan Padang Panjang (Sumatera Barat) yang merupakan dataran tinggi sentra produksi ubijalar.

Potensi hasil sembilan klon ubijalar diuji di 10 lokasi selama dua musim tanam. Dari hasil uji multilokasi tersebut, diperoleh tiga klon yaitu MSU 99051-1, BB 97089-12, dan BB 97256-9 yang memiliki daya hasil tinggi (>24 t/ha), beradaptasi luas di lahan pegunungan, bahan kering umbi tinggi (>30%) dan memiliki kuali­tas umbi baik, serta bersifat agak tahan/tahan penyakit kudis. Ketiga klon tersebut telah dilepas sebagai varietas unggul baru yang adaptif untuk dataran tinggi masing-masing dengan nama Papua Solossa untuk klon MSU 99051-1, Papua Pattipi untuk klon BB 97089-12, dan Sawentar untuk klon BB 97256-9.

Rata-rata hasil umbi klon-klon harapan ubijalar pada berbagai lokasi.

Klon/varietas Hasil umbi (t/ha)
Holima Sinatma Tulem Pisugi Muliama Maki Balige Padang Panjang Rata- rata
Cangkuang 33,3 23,6 20,1 30,1 21,8 21,7 27,9 26,1 25,6
MSU 99032-1 27,7 14,8 18,9 23,8 24,1 17,3 25,1 21,3 21,6
BB 97256-9 22,7 22 16,5 28,1 24,4 13 16,4 25,1 21
BB 97089-12 35,1 21,6 15,2 34,1 21,6 20,5 19,3 19,8 23,4
AB 94065-5 23,2 17,2 14,9 29,2 19,2 11,2 26,7 20,5 20,3
AB 95007-2 29,3 18,6 14,7 28,3 15,7 15,1 26 21,9 21,2
Helaleke Lama 17,9 17,6 19 20,6 16,5 13,8 12,3 14,8 16,6
MSU 99051-1 22,2 23 20,3 23,4 20 18,4 28,5 22,8 22,3
BB 96609-7 25,2 17,6 15,1 20,8 14,4 15,5 25,3 10,8 18,1
Rata-rata 26,3 19,6 17,2 26,5 19,8 16,3 23,1 20,3 21,1

 

Varietas ubijalar dataran tinggi

Varietas unggul Papua Pattipi, Papua Solosa dan Sawentar, dilepas 2006

 

Presiden SBY melepas varietas ubi jalar dataran tinggi

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan peneliti Balitkabi Dr M. Yusuf bersama tim penanggulangan krisis pangan Papua, melakukan panen perdana varietas unggul ubijalar Papua Sollosa dan
Papua Patipi di Yahukimo Papua