Liputan Media » KWT dan TP PPK Sumba Timur Belajar Buat Kue dari Pangan Lokal

Ibu-ibu KWT, TP-PKK, dan Dharma Wanita Sumba Timur foto bersama dengan kue hasil olahan pangan lokal.

Ibu-ibu KWT, TP-PKK, dan Dharma Wanita Sumba Timur foto bersama dengan kue hasil olahan pangan lokal.

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU – Para ibu dari komunitas wanita tani ( KWT) dan TP PKK, serta ibu-ibu dharma wanita Kabupaten Sumba Timur belajar tentang cara mengolah bahan Pangan Lokal menjadi kue-kue yang yang enak dan lezat untuk dinikmati.

Para ibu itu belajar dari pihak Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi).

Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S kepada wartawan di kantor Balitda Kabupaten Sumba Timur, Senin (19/8/2019) menjelaskan, tujuan pihaknya memberikan bimtek cara pengolahan bahan makanan pangan lokal menjadi kue yang lezat dinikmati itu, dimana saat ini Kementerian Pertanian memberikan ruang yang besar agar memanfaatkan pangan lokal.

Hal ini dilakukan, sebab kata Yuliantoro untuk mengurangi beban komsumsi beras terkait dengan karbohidrat yang kini semakin meningkat ke depan. Menurut data tahun 2011, kebutuhan akan beras 139 Kg perkapita/tahun, namun kini data kebutuhan beras sudah berkurang dimana sudah 119 kg beras perkapita/tahun.

“Kita berharap kebutuhan perkapita itu menjadi 108/109 kg/tahun. Ini cara mudah kita menurunkan kebutuhan beras secara nasional. Mengansumsikan juga terkait kebutuhan karbohidrat dari beras kita gantikan dengan pangan lokal,”ungkap Yuliantoro

Selain itu juga, Kata Yuliantoro, untuk mencoba mengurangi beban tepung terigu semakin besar.

“Selama ini pangan lokal ini sulit diangkat ke permukaan karena masalah cita rasa. Jadi melalui Bimtek ini, kami ingin menunjukan kepada ibu-ibu di Sumba Timur bahwa pangan lokal itu bisa dimakan untuk kebutuhan keluarga kita yang tidak kalah menariknya dengan terigu dan beras,”kata Yuliantoro.

Peneliti pasca Panen Balitkabi Ir. Erliana Ginting, M.Sc juga menambahkan ada pun makan yang dibuat olahan dari pangan lokal berupa aneka kacang dan umbi-umbian yang mereka ajarkan kepada para peserta.

Kata dia, karena Sumba Timur cocok untuk kacang tanah dan kacang hijau, maka pihaknya memberikan pelatihan produk olahan kacang tanah yang kadar lemak kurang, olahan produk kacang coklat. Selain itu, kue bolu kacang hijau dimana menggantikan terigu 50 persen dan produk-produk olahan ubi jalar berupa es krime, serta produk pangan lokal lainya.

Kata dia, setelah diberikan pelatihan, ibu-ibu peserta sangat cepat membuatnya. Dan ini kesempatan untuk dijadikan bisnis untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Sumba Timur.

Sementara itu, pantauan POS-KUPANG.COM bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora dan Wabup Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, bersama sejumlah pimpinan OPD, para camat, dan para tamu undangan juga ikut mencicipi hasil olahan pangan lokal itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber