Liputan Media » [ Sariagri ] Jangan Dibuang, Kulit Ari Kacang Tanah Baik untuk Turunkan Kolesterol

Gambar oleh Pixabay

Gambar oleh Pixabay

SariAgri – Penelitian demi penelitian membuka rahasia dan khasiat suatu produk. Badan Penelitian dan Pengembangan pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian menemukan khasiat dari kulit ari kacang.

Peneliti Balitbangtan, Agustina Asri Rahmianna menyebut kulit ari kacang baik untuk kesehatan yaitu mampu menurunkan risiko berbagai penyakit degeneratif. Agustina mengatakan, penyakit degeratif tersebut seperti penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, kanker, mencegah obesitas pada anak-anak, dan menurunkan kandungan kolesterol yaitu kolesterol total dan LDL.

“Kacang tanah yang utuh terdiri dari kulit polong, kulit ari biji, dan biji. Dari ketiga komponen tersebut, rata-rata yang dimanfaatkan hanya bijinya saja untuk dikonsumsi. Sedangkan kulit polong dan kulit ari biji kacang tanah tidak termanfaatkan dan dibuang begitu saja sebagai sampah,” kata Agustina, Minggu (14/06)

Dia menyebut, kacang tanah punya manfaat yang cukup banyak karenanya tingginya kandungan nutrisi yang ada di dalamnya seperti vitamin E, asam folat, protein, mangan, biotin, serat, magnesium, lemak tak jenuh tunggal. Tak hanya itu, kulit ari kacang juga kaya antioksidan.

Dalam penelitiannya, Agustina mendapati kandungan pada kulit ari kacang tanah terdiri empat unsur yaitu serat, minyak, protein, dan senyawa-senyawa fenolik.

Tetapi, dari keempat unsur yang terkandung, hanya senyawa-senyawa fenolik inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai obat, sebab senyawa-senyawa fenolik sangat penting dalam mekanisme ketahanan tubuh secara kimiawi yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti radang di dalam tubuh manusia.

“Dengan beragamnya senyawa-senyawa fenolik yang terkandung, maka kulit ari kacang tanah berpotensi digunakan sebagai sumber makanan fungsional yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku suplemen,” katanya.

Meski kaya dengan kandungan senyawa biokimia, kulit ari biji kacang tanah ini tidak mempunyai nilai ekonomi. Padahal, kandungan fenolik dan antioksidan pada kulit ari biji kacang tanah tertinggi dibanding yang ada pada keping biji, kulit polong, dan akar, serta daun.

Sementara itu Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry, menyambut gembira hasil penelitian ini. Kulit ari tanah yang semula tidak ada nilainya, tambahnya, dapat bermanfaat untuk kesehatan dan menjadi nilai tambah bagi petani.

“Kulit ari kacang tanah ini berpotensi sebagai bahan baku untuk membuat produk baru yang bermanfaat untuk kesehatan, sekaligus dapat menciptakan peluang pasar baru sehingga sisa-sisa pertanian memberi dampak pada peningkatan nilai tambah bagi petani,” kata dia.

Sejak 1950-an, Kementerian Pertanian sudah melepas lebih dari 45 varietas kacang tanah yang terbaru yakni varietas Tasia 1 dan Tasia 2. Kedua varietas tersebut mempunyai potensi hasil antara 4,2 dan 4,3 ton per hektar dan umur masaknya 90 dan 95 hari.

 

Sumber